Anak-anak Indonesia Pendek karena Kurang Gizi

Kompas.com - 15/10/2009, 15:28 WIB


MAKASSAR, KOMPAS.com - Sekitar 30 persen anak-anak di Indonesia memiliki tinggi badan yang rendah dibandingkan usianya, kata Ketua Pusat Kajian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), DR Ahmad Syafiq.
    
"Rendahnya tinggi badan anak ini dibanding umurnya, karena kekurangan gizi di masa lalu," kata Syafiq di Makassar, Kamis.
    
Menurut dia, kondisi ini sangat memprihatinkan karena persentasenya sudah cukup besar. Karena itu, tidak heran jika banyak anak yang dijumpai di lapangan pertumbuhan tinggi badannya minim, sehingga cenderung pendek.
    
Kondisi yang memprihatinkan itu juga diikuti dengan kasus "under weight" (berat badan rendah) yang masih tercatat antara 6 -7 persen di kalangan anak-anak Indonesia.
    
"Baik rendahnya tinggi badan anak, maupun rendahnya berat badan anak dibanding usianya, semua itu penyebabnya karena kekurangan gizi, jadi bukan faktor gen orang tuanya semata," katanya.
    
Menyikapi fenomena tersebut, lanjutnya, pemerintah dalam menangani persoalan gizi harus serius dan menggunakan dana hibah dengan mengalokasikan anggaran dengan benar dan tepat sasaran. Lebih jauh dia mengatakan, untuk perbaikan gizi anak tidak terlepas dari pentingnya perbaikan gizi perempuan atau kaum ibu, sebab dari hasil penelitian UI diketahui, sekitar 50 persen perempuan di Indonesia mengalami anemia (kekurangan zat besi).
    
Menurut dia, apabila ibu hamil menderita anemia, otomatis akan berpengaruh pada gizi janinnya dan pada akhirnya turut mempengaruhi proses pertumbuhannya ketika lahir. "Di sisi lain, perempuan anemia pada saat melahirkan beresiko tinggi mengalami pendarahan dan kemudian tidak menutup kemungkinan mengalami kematian," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau