Buruh di Semarang Tuntut Keadilan UMK

Kompas.com - 15/10/2009, 21:14 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Sekitar 30 orang dari Serikat Pekerja Nasional dan Federasi Serikat Buruh Indonesia Kota Semarang berunjuk rasa di Balaikota Semarang, Kamis (15/10). Mereka menuntut keadilan dalam menetapkan usulan upah minimum Kota Semarang yang akan diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah.

"Proses penentuan usulan sudah selesai di dewan pengupahan pada Awal September lalu. Kenapa Ada rapat pleno pembahasan UMK lagi," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang Nanang Setyono. Rapat pleno pembahasan UMK Semarang tersebut tadinya dilaksanakan pada Kamis siang.

Menurut Nanang, penentuan usulan di Dewan Pengupahan Kota Semarang telah menghasilkan dua opsi, yaitu usulan pengusaha Rp 939.000 dan usulan pekerja Rp 944.538. Untuk itu, Nanang mempertanyakan kegunaan rapat pleno tersebut. "Rapat ini hanya bentuk politisasi dari Wali Kota Semarang untuk mewadahi keinginan pengusaha," ucapnya.

Nanang mengharapkan, besaran usulan UMK yang digunakan oleh Pemkot Semarang adalah Rp 944.538 ditambah laju kenaikan inflasi sebesar 6 persen sehingga menjadi Rp 1.050.000.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang Harry Murti mengakui, rapat pleno yang tadinya diselenggarakan Kamis siang dibatalkan karena pimpinan rapat tidak hadir. "Seharusnya ada Wali Kota atau Wakil Wali Kota yang memimpin rapat. Untuk itu, belum ada hasilnya," ucapnya.

Secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengusulkan besaran UMK secara bijak dengan memperhatikan unsur kebutuhan hidup riil dan gejolak ekonomi sekarang ini. "Besarannya tidak harus sesuai kebutuhan kebutuhan hidup layak, tetapi harus memperhatikan keinginan pekerja juga," kata Bibit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau