Medan, Kompas
Etty, pelaku produk kreatif usaha kecil menengah yang ditemui dalam Pameran Produk Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sumut, Kamis (15/10), mengatakan, ekspor terakhir yang dilakukan usahanya pada 2005 ke Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat. Setelah itu belum ada pembeli luar negeri yang masuk kembali.
Etty mengatakan, pihaknya sepenuhnya mengandalkan pasar dalam negeri dan sangat terbantu dengan pameran gratis yang dilaksanakan dinas koperasi dan UMKM yang sudah terselenggara beberapa tahun terakhir.
Pemasaran dan pengenalan produk kepada khalayak juga sangat dibutuhkan oleh Yasin Ronasly, perajin kaligrafi dan suvenir khusus rempah-rempah. Yasin mengatakan, selama ini hambatan yang ia alami adalah tidak tersedianya gerai yang memadai pada produknya. ”Ruang pajang kami ada di Belawan yang kurang strategis tempatnya. Kami belum mempunyai gerai yang memadai,” kata Yasin.
Modal kerja ia dapatkan dari dana pribadi dan bantuan sebuah BUMN yang memberikan pinjaman Rp 10 juta. ”Sebenarnya itu kurang, tetapi kami tidak bisa menaikkan pinjaman karena kami tidak punya agunan. Peminjaman ke bank juga tidak dapat kami lakukan karena syarat agunan tidak dapat kami penuhi,” tutur Yasin.
Sementara itu, Linda dari Linda Handycraft mengatakan, pameran-pameran gratis seperti ini selayaknya sering dilakukan, tak hanya satu tahun sekali.