Palestina Galang Dukungan

Kompas.com - 16/10/2009, 05:18 WIB
 

NEW YORK, KOMPAS.com - Palestina, Rabu (14/10), menyerukan adanya aksi global menghukum Israel atas tuduhan kejahatan perang saat melakukan operasi militer mematikan ke Gaza, akhir tahun lalu. Kredibilitas PBB menjadi taruhannya jika usulan resolusi ditolak.

Laporan yang disusun komisi khusus PBB dipimpin mantan hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone, menjadi fokus pertemuan bulanan Dewan Keamanan (DK) PBB membahas masalah Timur Tengah, Rabu.

Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Maliki dan Duta Besar Israel di PBB Gabriela Shalev membuka pertemuan dewan itu dengan bertukar tudingan mengenai laporan Goldstone. Sesi pertemuan itu berakhir Rabu malam setelah mendengarkan hampir 50 pidato.

Laporan Goldstone terkait perang di Gaza itu menyimpulkan bahwa Israel menggunakan kekuatan secara berlebihan. Israel dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai target dan menggunakan warga Palestina sebagai tameng manusia serta menghancurkan infrastruktur sipil selama penyerbuan mereka ke Gaza.

Laporan itu juga menuduh kelompok bersenjata Palestina dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai target dan berusaha menyebar teror melalui serangan roket mereka ke selatan Israel.

Al-Maliki mengatakan, ”agresi militer Israel yang biadab” mempertunjukkan ”ketiadaan penghormatan terhadap hidup manusia” dan dengan sengaja menghancurkan ribuan rumah, sekolah-sekolah, masjid-masjid, dan fasilitas industri serta pertanian.

PBB taruhannya

Dia menyerukan laporan itu sebagai seruan lain untuk membangunkan masyarakat internasional, yang tidak boleh diabaikan. ”Kredibilitas dan dasar-dasar hukum humaniter dan hak-hak asasi manusia internasional, dan juga PBB secara keseluruhan, menjadi taruhannya,” papar Al-Maliki.

Sebaliknya, Dubes Israel membantah pernyataan Menlu Palestina dengan mengatakan bahwa laporan itu ”mendukung dan melegitimasi terorisme”.

Terkait kemungkinan penangkapan di Eropa terhadap tokoh-tokoh Pemerintah Israel. The Washington Times, Rabu (14/10), melaporkan, Pemerintah Israel tengah mempertimbangkan pembatasan perjalanan para pejabatnya ke Eropa.

”Saat ini belum ada peringatan khusus dan pejabat-pejabat senior terus melakukan perjalanan mereka sebagaimana telah direncanakan,” kata juru bicara Angkatan Darat Israel, Avital Leibovitz. Ia juga menambahkan bahwa AD memang telah berdiskusi dengan kementerian luar negeri dan otoritas Israel lainnya terkait kemungkinan pembatasan perjalanan para pejabat senior ke Eropa.

Negara-negara Barat yang bersekutu dengan Israel, Rabu, juga menyerukan kepada Israel untuk melakukan penyelidikan yang kredibel terkait tuduhan-tuduhan melakukan kejahatan perang oleh Angkatan Bersenjata Israel.

Pemerintah Israel dilaporkan juga tengah melakukan pembicaraan dengan Spanyol, Norwegia, Inggris, dan negara Uni Eropa lainnya dalam upaya mencegah pengadilan internasional tidak memasuki isu perang di Gaza itu.

Sementara itu, dalam rancangan resolusi di Dewan HAM PBB yang dimasukkan ke PBB oleh gabungan Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Tunisia, rancangan resolusi itu sepenuhnya menyalahkan Israel atas perang di Gaza.

Duta Besar PLO di Geneva Ibrahim Khraishi kepada Jerusalem Post mengungkapkan, ada cukup banyak suara dukungan di Dewan HAM yang siap mendukung resolusi itu dan memajukan masalah itu ke DK PBB.

Upaya lobi Israel kepada sejumlah negara tidak membuahkan hasil karena sebagian besar negara mendukung digelarnya pembahasan mengenai laporan Goldstone di Dewan HAM PBB. (AP/Reuters/mth/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau