Serangan itu menunjukkan lemahnya aparat keamanan Pakistan dalam menghadapi kelompok bersenjata. Serangan itu juga menunjukkan kelompok-kelompok bersenjata terorganisasi dengan baik serta mampu melakukan serangan rumit dan terkoordinasi terhadap fasilitas negara yang dijaga ketat meskipun keamanan ditingkatkan di seluruh negeri. Di Lahore, sekelompok orang bersenjata menyerang akademi militer di Bedian, pinggiran Lahore. Tujuh orang tewas, termasuk lima penyerang, dalam serangan tersebut. Pengepungan atas akademi militer berlangsung hingga empat jam sebelum aparat menyatakan telah mengambil alih kendali secara penuh. Muncul laporan bahwa penyerang menyandera penghuni akademi militer, tetapi dibantah polisi. Pada saat yang bersamaan, sekelompok orang bersenjata menyerbu sekolah polisi di Manawa, pinggiran Lahore. Sebanyak sembilan polisi dan empat penyerang tewas dalam serangan tersebut. Sekolah polisi itu pernah diserbu kelompok bersenjata pada Maret lalu dan menewaskan setidaknya delapan polisi. Kelompok penyerang ketiga menyerbu kantor cabang Badan Investigasi Federal Pakistan (FIA) dan menewaskan tujuh orang, termasuk seorang penyerang. FIA juga pernah dibom pada Maret 2008, menewaskan 16 orang. Tidak lama sebelum serangan terkoordinasi di Lahore dilakukan, serangan bom mobil mengguncang sebuah kantor polisi di kota Kohat, dekat Peshawar, barat laut Pakistan. Sebanyak 11 orang tewas dalam insiden tersebut. Kantor polisi Kohat rusak parah. Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Pakistan menyebutkan, kebanyakan serangan direncanakan di Waziristan Selatan dan dilakukan oleh Taliban, sering kali dengan bantuan kelompok-kelompok bersenjata yang berbasis di Provinsi Punjab. Pemerintah Pakistan menyatakan, menghadapi perang baru menyusul serangkaian serangan kelompok bersenjata di Punjab, jauh dari daerah panas di wilayah barat laut negara itu. ”Mereka sekarang melakukan perang gerilya. Pertama mereka aktif di Provinsi North West Frontier, kini mereka bermain di Punjab. Mereka adalah teroris yang dibayar untuk mengguncang stabilitas Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik. Punjab, yang berbatasan dengan India, adalah provinsi terbesar dan termakmur di Pakistan. Baru-baru ini, kelompok Taliban mengklaim tengah mengaktifkan sel di tempat itu untuk menyiapkan sejumlah serangan. Pejabat Pakistan memperingatkan bahwa kelompok Taliban di perbatasan dengan Afganistan, militan Punjab di seantero negeri, dan sekutu asing Al Qaeda bersama-sama menggalang kekuatan sehingga meningkatkan bahaya bagi Pakistan. Mereka telah memulai serangkaian serangan pada 5 Oktober di markas Program Pangan Dunia (WFP) di Islamabad hingga pendudukan markas besar militer di Rawalpindi pada pekan ini, menjelang rencana operasi militer besar-besaran terhadap kelompok itu.