KOTA GAZA, KOMPAS.com — Aktris Hollywood dan pegiat hak asasi manusia bersuara lantang, Mia Farrow (64), pada Kamis (15/10) mengatakan bahwa anak-anak yang hidup di Jalur Gaza—yang diblokade, dirundung kemiskinan, dan dicabik perang—pantas mendapatkan hidup yang lebih baik.
"Terlihat bahwa anak-anak tersebut dicengkeram oleh trauma," kata Mia Farrow pada suatu taklimat di daerah kantong Palestina tersebut pada hari kedua dan terakhir kunjungannya sebagai Duta Besar Muhibbah Dana Anak PBB (Unicef).
"Para guru mengatakan, ketika anak-anak tersebut mendengar suara ledakan keras, mereka melihat ke langit, berteriak, dan menangis. Mereka tidak tahu, bagaimana masa depan mereka nantinya," kata Farrow dalam taklimat bersama dengan aktor Mesir, Mahmoud Kabil, yang juga seorang duta besar Unicef.
"Mereka layak memperoleh kehidupan yang lebih baik," katanya.
Farrow tiba di Jalur Gaza, Rabu (14/10), dan bertemu dengan anak-anak yang bekerja di terowongan penyelundupan di sepanjang perbatasan Mesir, mengunjungi sekolah dan satu rumah sakit, serta mendapat penjelasan mengenai dampak yang dialami anak-anak Jalur Gaza dan wilayah blokade.
Israel dan Mesir telah membuat wilayah yang kehidupannya bergantung pada bantuan. Wilayah itu dihuni 1,5 juta warga. Lebih separuh dari mereka berusia di bawah 18 tahun. Wilayah itu tertutup dari semua hal kecuali bantuan kemanusiaan dasar sejak Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) merebut wilayah itu pada Juni 2007.
Israel melancarkan agresi terhadap wilayah tersebut pada 27 Desember 2008 sebagai reaksi atas serangan roket yang terus berlangsung. Serangan militer Yahudi itu menewaskan 1.400 orang Palestina dan 13 orang Israel, serta membuat banyak wilayah Jalur Gaza dipenuhi puing bangunan.
Kamis malam, Farrow dijadwalkan mengunjungi kota kecil Sderot, Israel, yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran serangan roket gerilyawan Jalur Gaza. Dia direncanakan melakukan beberapa kunjungan di Israel dan wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan sebelum bertolak ke Jordania, Minggu (18/10).
Farrow, yang pernah menjadi model, telah tampil di lebih dari 40 film, termasuk 13 film yang dia perankan bersama Woody Allen, sosok yang memiliki hubungan erat dengannya selama 12 tahun.
Farrow—penganjur gigih hak asasi anak, dan ibu dari 14 anak yang 10 anak di antaranya adalah anak asuh—telah berusaha menarik perhatian dunia terhadap penyakit polio. Ia juga telah mengunjungi berbagai daerah konflik, termasuk wilayah Dafur di Sudan. Dia sendiri menghadapi penyakit polio saat masih kanak-kanak.
Majalah Time tahun lalu memasukkan dia ke dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang