JAKARTA, KOMPAS.com — Kursi calon menteri yang cukup ramai didiskusikan adalah menteri pendidikan nasional. Selain karena departemen ini kerap dihujani kritik dalam 5 tahun terakhir, departemen ini juga dinilai sebagai departemen "basah". Kira-kira, sosok bagaimanakah yang pantas duduk di sini? "Tidak penting siapa yang terpilih, asalkan dia mampu mengelola pendidikan yang benar," kata Trihadi Saptoadi, Direktur World Vision Indonesia, lembaga independen yang bergerak di bidang pendidikan, di sela-sela sebuah dialog, Jumat (16/10) di Jakarta.
Menurutnya, ada 3 hal mendesak yang perlu langsung dilakukan mendiknas baru nanti. Pertama, melakukan koordinasi dengan departemen dan lembaga lain dalam merencanakan dan mengimplementasikan suatu program pendidikan. "Jangan terjadi lagi, (Depdiknas) buat sekolah, tapi jalan menuju ke sekolah itu tidak ada. Pemda yang membayar gaji guru, ditunda (membayar gajinya)," ungkap Trihadi.
Kedua, mendiknas baru langsung membuat prioritas, mana persolan pendidikan yang mendesak untuk ditangani. Menurutnya, yang mendesak adalah meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan guru. Misalnya dengan sertifikasi guru dan gaji guru. Ia diharapkan juga meningkatkan manajemen sekolah dengan baik karena seorang kepala sekolah, yang biasanya diangkat dari kalangan guru, belum tentu bisa jadi manajer.
"Selain itu juga menetapkan kualitas metodologi pembelajaran yang standar, yakni metode belajar yang menyenangkan, training guru," papar Trihadi.
Selanjutnya, memaksimalkan peran masyarakat dan orangtua sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pendidikan anaknya. Ada sebuah komite yang terdiri dari orangtua dan sekolah. "Komite ini memiliki fungsi kontrol dan memberi support pada sekolah dan guru, termasuk dalam hal materi, kalau dana kurang," ungkap Trihadi.
Ketiga, mendiknas diharapkan membuat program pendidikan nasional yang berkelanjutan. Jangan lagi terjadi, jika pemimpin berganti, maka kebijakan juga berganti. "Setidaknya membuat visi jelas untuk 20-25 tahun ke depan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang