Italia Perlu Panggil Totti dan Nesta Kembali

Kompas.com - 16/10/2009, 16:05 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Tim nasional Italia masih memerlukan tenaga Francesco Totti dan Alessandro Nesta di Piala Dunia 2010. Keduanya akan membuat "Gli Azzuri" semakin solid.

Totti dan Nesta sama-sama sudah pensiun dari timnas usai membawa Italia juara dunia 2006. Sepeninggal mereka, Italia mengalami kemerosotan di laga internasional. Pelatih Roberto Donadoni gagal mengantar tim tersebut menjadi juara di Piala Eropa 2008. Di Piala Konfederasi Juni lalu, Alessandro Del Piero malah tak sampai tembus fase grup.

Perjalanan Italia kembali menghadapi batu-batu penghalang di kualifikasi Piala Dunia 2010. Meski akhirnya lolos ke putaran final di Afrika Selatan, sulit bagi pasukan Marcello Lippi itu untuk mempertahankan gelar juara.

"Jika Italia ingin menang Piala Dunia, mereka perlu mendewasakan pemain-pemain muda mereka. Namun, mereka juga juga membutuhkan pemain seperti Nesta dan Totti," kata Carlo Mazzone.

"Jika saya menjadi pelatih (Italia), saya segera menempatkannya dalam skuad. Mereka adalah dua juara, di dalam dan luar lapangan. Mereka memberikan kemampuan dan juga dapat membantu membentuk kesatuan tim," tambah mantan pelatih Roma itu.

Mazzone menambahkan, ia juga akan memasukkan striker Antonio Cassano dalam skuad Italia. Menurutnya, pemain Sampdoria itu telah berubah. Ia tak lagi bersikap ugal-ugalan seperti dulu. Namun, semua keputusan tetap berada di tangan Lippi.

Totti dan Nesta pernah diberi kesempatan untuk kembali memperkuat timnas, tapi keduanya menolak. Adapun Cassano tak pernah sekalipun dipanggil Lippi. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau