Warga Lampung Pun Merasakan Gempa

Kompas.com - 16/10/2009, 18:10 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi pada pukul 16.52 WIB di 52 km Barat Laut Ujung Kulon, Banten, juga dirasakan di sejumlah wilayah di Bandar Lampung dan membuat warga setempat setempat panik.

"Saya sedang berada di kantor saya di lantai tiga, mengerjakan pekerjaan saya, dan langsung berlari ke bawah, begitu merasakan ada getaran," kata seorang jurnalis, Helena (30), yang berkantor di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, Jumat (16/10).

Dia mengatakan, gempa tersebut sempat dirasakan selama lebih kurang 30 detik, dengan skala getaran yang diperkirakannya sebesar 3 skala MMI. Selain itu, kepanikan juga terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di kota tersebut, dan menyebabkan ratusan pengunjung berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Seorang pekerja di pusat perbelanjaan Chandra Superstore Bandar Lampung, Ria (24), mengatakan, ratusan pengunjung yang sedang berbelanja berlarian keluar, sesaat begitu gempa terasa di wilayah mereka. "Semua pengunjung berlarian panik, untungnya tidak ada yang terluka dan cedera karena kepanikan tersebut," kata dia.

Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah pusat perbelanjaan lainnya di Bandar Lampung, seperti di Central Plaza dan Mall Kartini di Jalan Kartini, dan sejumlah toko di sepanjang Jalan Raden Intan, keduanya merupakan jalan protokol di kota tersebut.

Akibat getaran tersebut, ribuan orang sempat berdiri dan memadati badan jalan-jalan tersebut selama lebih kurang 15 menit, dan mereka baru berani masuk kembali ke dalam gedung, setelah dirasa aman dan tidak ada gempa susulan.

Meski demikian, pada sejumlah titik lainnya di wilayah kota tersebut, gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga dan tidak menimbulkan kepanikan. Sejumlah wilayah yang tidak merasakan getaran tersebut adalah Kecamatan Kemiling, Tanjung Karang Barat, Kedaton, dan Panjang.

"Saya tidak merasakan adanya getaran, karena saat itu berada di lantai dua, namun beberapa teman di lantai satu mengatakan sempat merasakan getaran selama beberapa detik," kata seorang pekerja perusahaan multinasional di Kecamatan Panjang, Maya (27).

Hingga sekarang, Pemkot Bandar Lampung menyatakan belum menerima adanya laporan kerusakan pada rumah warga akibat gempa tersebut. "Kami belum menerima adanya laporan, namun kami tetap meminta warga untuk bersiaga, karena wilayah kita memang merupakan daerah potensial terjadinya gempa tektonik," kata Kabag Humas Pemkot Bandar Lampung Zainuddin, beberapa saat setelah gempa terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau