BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi pada pukul 16.52 WIB di 52 km Barat Laut Ujung Kulon, Banten, juga dirasakan di sejumlah wilayah di Bandar Lampung dan membuat warga setempat setempat panik.
"Saya sedang berada di kantor saya di lantai tiga, mengerjakan pekerjaan saya, dan langsung berlari ke bawah, begitu merasakan ada getaran," kata seorang jurnalis, Helena (30), yang berkantor di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, Jumat (16/10).
Dia mengatakan, gempa tersebut sempat dirasakan selama lebih kurang 30 detik, dengan skala getaran yang diperkirakannya sebesar 3 skala MMI. Selain itu, kepanikan juga terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di kota tersebut, dan menyebabkan ratusan pengunjung berlarian keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Seorang pekerja di pusat perbelanjaan Chandra Superstore Bandar Lampung, Ria (24), mengatakan, ratusan pengunjung yang sedang berbelanja berlarian keluar, sesaat begitu gempa terasa di wilayah mereka. "Semua pengunjung berlarian panik, untungnya tidak ada yang terluka dan cedera karena kepanikan tersebut," kata dia.
Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah pusat perbelanjaan lainnya di Bandar Lampung, seperti di Central Plaza dan Mall Kartini di Jalan Kartini, dan sejumlah toko di sepanjang Jalan Raden Intan, keduanya merupakan jalan protokol di kota tersebut.
Akibat getaran tersebut, ribuan orang sempat berdiri dan memadati badan jalan-jalan tersebut selama lebih kurang 15 menit, dan mereka baru berani masuk kembali ke dalam gedung, setelah dirasa aman dan tidak ada gempa susulan.
Meski demikian, pada sejumlah titik lainnya di wilayah kota tersebut, gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga dan tidak menimbulkan kepanikan. Sejumlah wilayah yang tidak merasakan getaran tersebut adalah Kecamatan Kemiling, Tanjung Karang Barat, Kedaton, dan Panjang.
"Saya tidak merasakan adanya getaran, karena saat itu berada di lantai dua, namun beberapa teman di lantai satu mengatakan sempat merasakan getaran selama beberapa detik," kata seorang pekerja perusahaan multinasional di Kecamatan Panjang, Maya (27).
Hingga sekarang, Pemkot Bandar Lampung menyatakan belum menerima adanya laporan kerusakan pada rumah warga akibat gempa tersebut. "Kami belum menerima adanya laporan, namun kami tetap meminta warga untuk bersiaga, karena wilayah kita memang merupakan daerah potensial terjadinya gempa tektonik," kata Kabag Humas Pemkot Bandar Lampung Zainuddin, beberapa saat setelah gempa terjadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang