JAKARTA, KOMPAS.com — Maskapai Lion Air akan melayani rute baru Jakarta-Jeddah mulai 7 November 2009 mendatang, menggunakan dua pesawat Boeing 747-400 dengan registrasi PK-LHF dan PK-LHG berkapasitas 506 tempat duduk.
"Saat ini, dua pesawat itu sudah di Terminal IA Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, Jumat (16/10) di Jakarta.
Penerbangan internasional berjadwal (regular flight) Jakarta-Jeddah itu merupakan rute penerbangan jarak jauh pertama Lion Air, dengan waktu tempuh 9 jam 30 menit.
Izin penerbangan (landing permit) dari Arab Saudi sebanyak 7 kali seminggu (daily flight). Namun, untuk sementara, Lion Air baru akan melayani frekuensi penerbangan ke Jeddah dua kali seminggu sampai dengan akhir tahun ini, mengingat padatnya slot time penerbangan masa bulan haji. Tahun depan, rute ini akan dilayani tujuh kali perminggu.
Dijadwalkan penerbangan dengan JT 110 berangkat pukul 07.30 (local time) dari Jakarta, tiba di Jeddah pukul 13.00 (LT). Selanjutnya penerbangan JT 111 berangkat dari Jeddah pukul 14.45 (LT) dan tiba di Jakarta pukul 04.15 (LT) keesokan harinya.
Penerbangan reguler Jakarta-Jeddah diharapkan meningkatkan pangsa pasar penerbangan nasional rute internasional khususnya pasar Timur Tengah. Konsumen pasar ke Timur Tengah terdiri dari pebisnis, perjalanan rohani (umrah) serta tenaga kerja.
Penerbangan Jakarta-Jeddah ini dapat terkoneksi dengan rute domestik (via Jakarta) sehingga mempermudah perjalanan para penumpang yang berasal dari kota-kota tersebut atau sebaliknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang