Harga Elpiji Naik, Harga Nasi Rames Juga Naik

Kompas.com - 16/10/2009, 19:58 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kenaikan harga elpiji 12 kilogram mulai mempengaruhi perilaku konsumen. Sebagian pengusaha rumah makan menaikkan harga jualnya, sedangkan pengguna rumah tangga memilih beralih menggunakan elpiji 3 kg.

Sarni (50), pemilik warung makan di Jalan Dr Kariadi, Jumat (16/10), mengakui, menaikkan harga masakan yang dijualnya akibat kenaikan elpiji 12 kilogram. "Nasi rames yang radinya saya jual Rp 2.000 per porsi kini jadi Rp 2.500 per porsi," kata Sarni.

Hal ini karena Sarni mesti membeli dua tabung elpiji dua hari sekali dengan harga Rp 75.000 per tabung dari biasanya Rp 73.000 per tabung.

Yenti (49), pemilik rumah makan lainnya, mengeluhkan kenaikan harga elpiji 12 kg karena tidak menaikkan harga masakan. Untuk itu, Yenti mengaku akan beralih menggunakan elpiji 3 kg jika harga elpiji 12 kg naik lagi. "Kalau harganya dinaikkan nanti konsumen malah pindah ke warung lain," ucapnya.

Harry Suyatno (70), warga Kelurahan Pekunden, Kota Semarang, mengaku, mulai beralih menggunakan elpiji 3 kilogram karena merasa jauh lebih irit meskipun masa penggunaannya lebih cepat.

Harry mencontohkan, dia membeli elpiji 3 kg Rp 13.500 per tabung dan elpiji 12 kg Rp 75.000 per tabung. "Kalau beli empat tabung elpiji 13 kg saja masih lebih murah dibandingkan beli satu tabung elpiji 12 kg," katanya.

Tatik Purnomo, pengelola agen elpiji PT Arie Mulya Barutama di Kota Semarang, mengakui, permintaan elpiji 12 kg turun dari biasanya 600 tabung per hari menjadi 500 tabung per hari. "Hanya, penurunan ini belum diikuti kenaikan permintaan elpiji 3 kg. Penjualannya masih tetap rata-rata 1.000 tabung per hari," ucap Tatik.

Sejak Senin lalu, Tatik mulai menjual elpiji 12 kg Rp 73.200 per tabung dari biasanya Rp 72.000 per tabung. Adapun harga jual elpiji 12 kg di tingkat pengecer mencapai Rp 75.000 Rp 76.000 per tabung.

Asisten Manajer Hubungan Eksternal PT Pertamina Wilayah Jateng dan DI Yogyakarta Heppy Wulansari mengatakan, kenaikan harga jual elpiji nonsubsidi kemasan 6 kg, 12 kg, dan 50 kg sebesar Rp 100 per kg untuk mencapai harga keekonomian dengan patokan harga dari Crude Price Aramco.

"Kita belum mengetahui dampak kenaikan harga elpiji tersebut. Evaluasi akan dilakukan pada akhir bulan ini," ucap Heppy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau