RAKYAT Ghana bersuka. Mereka bahkan keluar ke jalan-jalan menggelar pesta, merayakan kemenangan timnas mereka juara Piala Dunia U-20, setelah di final, Jumat atau Sabtu (17/10) mengalahkan favorit Brasil 4-3 lewat drama adu penalti.
Seperti juara Piala Dunia senior saja, kemenangan itu sudah cukup membuat seluruh negeri bergairah. Tapi wajar. Bahkan, kemenangan Ghana juga disyukuri seluruh Afrika. Meski hanya turnamen junior, ini kemenangan pertama tim dari Afrika.
Apalagi, sukses itu terjadi melalui drama yang menegangkan. Sempat bermain 10 orang sejak menit ke-37, Ghana mampu menahan Brasil 0-0 sampai tambahan waktu selesai, hingga dilakukan adu penalti.
Di sinilah ketegangan memuncak. Brasil sebagai penendang pertama, sukses mengumpulkan gol lewat Kardec sukses menjebol gawang Ghana. Namun, Ghana membalas dengan tendangan Ayew.
Pada tendangan kedua Brasil, Giuliano sukses menjebol gawang Ghana yang jaga Daniel Agyei. Lagi-lagi, Ghana mampu membalas lewat Inkoom. Kedudukan 2-2.
Pada tendangan ketiga, Brasil kembali sukses lewat Costa. Sementara, penendang Ghana, Mensah, gagal. Brasil pun unggul 3-2. Namun, penendang keempat Brasil, Souza malah gagal. Tendangannya mampu diblok Agyei. Untungnya, penendang keempat Ghana, Addai, juga gagal.
Jika pada tendangan kelima Brasil sukses, maka langsung juara. Namun, Maicon yang menjadi penendang terakhir, malah gagal. Bola tendangannya melambung. Sementara, penendang kelima Ghana, Adiyiah, sukses. Kedudukan pun jadi imbang 3-3.
Wasit menambah tendangan penalti. Pada tambahan pertama, penendang Brasil, Alex Texieira gagal. Bola tendangannya mampu ditepis Agyei. Ghana pun dapat angin segar. Benar, penendang mereka, Agyemang-Badu sukses membobol gawang Brasil yang dijaga Rafael. Ghana pun unggul 4-3, sekaligus memastikan gelar Piala Dunia U-20. (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang