Drama Penalti Awali Sejarah Afrika

Kompas.com - 17/10/2009, 05:11 WIB

RAKYAT Ghana bersuka. Mereka bahkan keluar ke jalan-jalan menggelar pesta, merayakan kemenangan timnas mereka juara Piala Dunia U-20, setelah di final, Jumat atau Sabtu (17/10) mengalahkan favorit Brasil 4-3 lewat drama adu penalti.

Seperti juara Piala Dunia senior saja, kemenangan itu sudah cukup membuat seluruh negeri bergairah. Tapi wajar. Bahkan, kemenangan Ghana juga disyukuri seluruh Afrika. Meski hanya turnamen junior, ini kemenangan pertama tim dari Afrika.

Apalagi, sukses itu terjadi melalui drama yang menegangkan. Sempat bermain 10 orang sejak menit ke-37, Ghana mampu menahan Brasil 0-0 sampai tambahan waktu selesai, hingga dilakukan adu penalti.

Di sinilah ketegangan memuncak. Brasil sebagai penendang pertama, sukses mengumpulkan gol lewat Kardec sukses menjebol gawang Ghana. Namun, Ghana membalas dengan tendangan Ayew.

Pada tendangan kedua Brasil, Giuliano sukses menjebol gawang Ghana yang jaga Daniel Agyei. Lagi-lagi, Ghana mampu membalas lewat Inkoom. Kedudukan 2-2.

Pada tendangan ketiga, Brasil kembali sukses lewat Costa. Sementara, penendang Ghana, Mensah, gagal. Brasil pun unggul 3-2. Namun, penendang keempat Brasil, Souza malah gagal. Tendangannya mampu diblok Agyei. Untungnya, penendang keempat Ghana, Addai, juga gagal.

Jika pada tendangan kelima Brasil sukses, maka langsung juara. Namun, Maicon yang menjadi penendang terakhir, malah gagal. Bola tendangannya melambung. Sementara, penendang kelima Ghana, Adiyiah, sukses. Kedudukan pun jadi imbang 3-3.

Wasit menambah tendangan penalti. Pada tambahan pertama, penendang Brasil, Alex Texieira gagal. Bola tendangannya mampu ditepis Agyei. Ghana pun dapat angin segar. Benar, penendang mereka, Agyemang-Badu sukses membobol gawang Brasil yang dijaga Rafael. Ghana pun unggul 4-3, sekaligus memastikan gelar Piala Dunia U-20. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau