Dapat Giliran Pertama, Djoko Suyanto Menko Polhukkam?

Kompas.com - 17/10/2009, 11:05 WIB

CIKEAS, KOMPAS.com — Mantan Panglima TNI Djoko Suyanto menjadi calon menteri yang mendapat giliran pertama diwawancarai oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, Sabtu (17/10). Sekitar pukul 10.48, Djoko keluar dari rumah pribadi SBY dan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai wawancara yang baru dijalaninya.

Menurut Djoko, ia mendapatkan giliran wawancara pukul 10.00 dan ditanyakan mengenai kesiapannya membantu pemerintahan SBY jilid II.

"Yang disampaikan kesiapan dan kesediaan membantu di pemerintahan yang akan datang. Di sisi lain, kira-kira stressing terhadap tugas-tugas ke depan yang akan lebih berat dengan dinamika yang lebih berat juga," kata Djoko yang didampingi Andi Mallarangeng di pendapa kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Jawa Barat.

Selain itu, Djoko juga mengaku diberikan gambaran rinci mengenai tugas yang akan diberikan kepadanya. Saat ditanya mengenai posisi menteri, Djoko tidak mau menjawab.

"Itu tanya Pak Andi (Andi Mallarangeng) saja. Yang jelas, saat ditanya, saya berharap sesuai kapasitas dan kemampuan saya. Beliau (SBY-Boediono) tahu," ujarnya.

Menurut informasi, Djoko Suyanto akan menggantikan Widodo AS sebagai menko politik, hukum, dan keamanan. Selain diwawancara, Djoko juga menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja yang harus dikerjakan oleh para calon menteri. Apa saja poin pakta integritas tersebut?

"Bagaimana menjaga integritas, kapasitas, dan agar melaksanakan tugas tidak melakukan hal-hal di luar kepatutan hukum. Nanti lebih lengkap akan disampaikan oleh Pak Presiden," ungkapnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau