CIKEAS, KOMPAS.com — Mantan Panglima TNI Djoko Suyanto menjadi calon menteri yang mendapat giliran pertama diwawancarai oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, Sabtu (17/10). Sekitar pukul 10.48, Djoko keluar dari rumah pribadi SBY dan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai wawancara yang baru dijalaninya.
Menurut Djoko, ia mendapatkan giliran wawancara pukul 10.00 dan ditanyakan mengenai kesiapannya membantu pemerintahan SBY jilid II.
"Yang disampaikan kesiapan dan kesediaan membantu di pemerintahan yang akan datang. Di sisi lain, kira-kira stressing terhadap tugas-tugas ke depan yang akan lebih berat dengan dinamika yang lebih berat juga," kata Djoko yang didampingi Andi Mallarangeng di pendapa kediaman SBY, Puri Cikeas Indah, Jawa Barat.
Selain itu, Djoko juga mengaku diberikan gambaran rinci mengenai tugas yang akan diberikan kepadanya. Saat ditanya mengenai posisi menteri, Djoko tidak mau menjawab.
"Itu tanya Pak Andi (Andi Mallarangeng) saja. Yang jelas, saat ditanya, saya berharap sesuai kapasitas dan kemampuan saya. Beliau (SBY-Boediono) tahu," ujarnya.
Menurut informasi, Djoko Suyanto akan menggantikan Widodo AS sebagai menko politik, hukum, dan keamanan. Selain diwawancara, Djoko juga menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja yang harus dikerjakan oleh para calon menteri. Apa saja poin pakta integritas tersebut?
"Bagaimana menjaga integritas, kapasitas, dan agar melaksanakan tugas tidak melakukan hal-hal di luar kepatutan hukum. Nanti lebih lengkap akan disampaikan oleh Pak Presiden," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang