Ancelotti Minta Terry Tiru Maldini

Kompas.com - 18/10/2009, 00:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, menuntut kapten "The Blues", John Terry, dapat meniru mantan defender AC Milan Paolo Maldini.

Sebelum pensiun akhir musim lalu, Maldini mampu merumput bersama "I Rossoneri" sampai usianya 40 tahun. Bahkan sebulan sebelum menutup pertandingan, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-41.

Maldini memulai dan mengakhiri kariernya bersama "Il Diavolo Rosso". Tahun 1978-1985 dia bermain di tim junior, dan 1984 memulai debutnya bersama tim senior Milan. Selama perjalanan kariernya bersama Milan, ia sukses mempersembahkan banyak gelar domestik ataupun internasional.

Namun, tampaknya sulit buat John Terry untuk menyamai daya tahan Maldini yang mampu bermain sekian lama. Sebab, Maldini memiliki kekuatan tubuh yang baik dan tak pernah cedera parah. Sementara, Terry masih dibayang-bayangi cedera punggung. Yang sama, keduanya idola di klubnya masing-masing.

Namun, faktor pelatih Ancelotti bisa membuat Terry bertahan lama dengan performa terjaga. Kesuksesannya di Milan dalam mengelola pemain veteran, termasuk Maldini, bisa tertular di Chelsea. Carletto, demikian julukan sang manajer, mengharapkan Terry memiliki kesamaan dengan Maldini.

"Kesamaan karier Maldini dan John Terry sangat erat. Bukan hanya mereka sama-sama defender yang sangat bagus, tetapi karena profesionalisme mereka. Seperti Maldini di AC Milan, Terry lahir di klub ini dan belajar di akademi klub ini pula," jelas Ancelotti.

"Terry bisa bermain hingga usia 40 tahun. Dia tidak memiliki masalah psikis dan punya semangat besar. Ini sesuatu yang sangat penting. Dengan pengolahan, latihan fisik, dan pencegahan, para pemain akan bertambah baik meskipun dimakan usia. Saya bermain bola hingga berusia 33 atau 34. Saat ini, para pemain dapat bermain hingga usia 36 atau 37 tanpa mengalami masalah," tambah Carletto. (IND)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau