TEHERAN, KOMPAS.com — Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (17/10), meminta Presiden Senegal yang sedang berkunjung, yang negaranya kini memimpin Organisasi Konferensi Islam (OKI)—organisasi Islam terbesar di dunia itu—untuk berbuat lebih banyak bagi Palestina, laman internetnya melaporkan.
"Tujuan dari pembentukan Organisasi Konferensi Islam adalah untuk menindaklanjuti masalah Palestina dan oleh karena itu OKI memiliki tanggung jawab penting," tegas Khamenei pada Abdoulaye Wade dari Senegal.
"Sekarang ini Palestina benar-benar tertindas dan sendirian serta membutuhkan langkah (dukungan) yang telah diperhitungkan oleh dunia Islam," kata Khamenei tanpa memerinci.
"Tuntutan kepada dunia Muslim adalah untuk membantu Palestina dan itu terserah pada OKI untuk memberikan harapan pada hati rakyat Palestina dengan membantu mereka," dia menambahkan.
Senegal memegang jabatan Presiden OKI yang memiliki 57 negara anggota itu sejak Maret 2008.
Pernyataan Khamenei itu tiba hampir satu bulan, setelah dia membantah bahwa Iran—pendukung setia Palestina—telah mengupayakan pemecahan militer bagi konflik Timur Tengah.
Khamenei kemudian menekankan merupakan "kebohongan ... diklaim oleh media Barat bahwa Iran sedang berupaya untuk menghancurkan rezim Zionis (Israel) dengan peralatan militer".
"Republik Islam ini telah mengusulkan rencana yang pantas, logis, dan manusiawi," kata pemimpin itu, merujuk pada referendum yang diusulkan untuk memutuskan mengenai masa depan Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat.
Bagaimanapun, setelah revolusi Islam 1979, Teheran menarik pengakuannya atas Israel. Negara Yahudi itu menganggap republik Islam tersebut menjadi musuh utamanya setelah pernyataan berulang kali oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahwa holokaus hanya "dongeng" dan Israel pasti akan "terhapus dari peta".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang