Khamenei: Palestina Tertindas, OKI Harus Bantu

Kompas.com - 18/10/2009, 09:24 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com — Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (17/10), meminta Presiden Senegal yang sedang berkunjung, yang negaranya kini memimpin Organisasi Konferensi Islam (OKI)—organisasi Islam terbesar di dunia itu—untuk berbuat lebih banyak bagi Palestina, laman internetnya melaporkan.

"Tujuan dari pembentukan Organisasi Konferensi Islam adalah untuk menindaklanjuti masalah Palestina dan oleh karena itu OKI memiliki tanggung jawab penting," tegas Khamenei pada Abdoulaye Wade dari Senegal.

"Sekarang ini Palestina benar-benar tertindas dan sendirian serta membutuhkan langkah (dukungan) yang telah diperhitungkan oleh dunia Islam," kata Khamenei tanpa memerinci.

"Tuntutan kepada dunia Muslim adalah untuk membantu Palestina dan itu terserah pada OKI untuk memberikan harapan pada hati rakyat Palestina dengan membantu mereka," dia menambahkan.

Senegal memegang jabatan Presiden OKI yang memiliki 57 negara anggota itu sejak Maret 2008.

Pernyataan Khamenei itu tiba hampir satu bulan, setelah dia membantah bahwa Iran—pendukung setia Palestina—telah mengupayakan pemecahan militer bagi konflik Timur Tengah.

Khamenei kemudian menekankan merupakan "kebohongan ... diklaim oleh media Barat bahwa Iran sedang berupaya untuk menghancurkan rezim Zionis (Israel) dengan peralatan militer".

"Republik Islam ini telah mengusulkan rencana yang pantas, logis, dan manusiawi," kata pemimpin itu, merujuk pada referendum yang diusulkan untuk memutuskan mengenai masa depan Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat.

Bagaimanapun, setelah revolusi Islam 1979, Teheran menarik pengakuannya atas Israel. Negara Yahudi itu menganggap republik Islam tersebut menjadi musuh utamanya setelah pernyataan berulang kali oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahwa holokaus hanya "dongeng" dan Israel pasti akan "terhapus dari peta".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau