BOGOR, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suharna Surapranata diperkirakan dipercaya oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam kabinet pemerintahan SBY-Boediono.
"Presiden SBY dan wapres terpilih Boediono memberi arahan tugas dan target yang harus dicapai untuk menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi berlandaskan pada daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Suharna seusai menjalani uji kelayakan sebagai menteri di kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Minggu (18/10).
Namun, Suharna—seperti para calon menteri lainnya—menolak menyebutkan bahwa Presiden telah memintanya untuk menempati pos Menristek. "Nanti saja, intinya kami siap bekerja sama," katanya.
Sejak pukul 10.00 WIB hingga Minggu siang, sudah enam calon menteri yang menjalani uji kelayakan sebagai calon menteri kabinet Presiden SBY mendatang.
Enam orang itu adalah Menteri PU Djoko Kirmanto, Darwin Zahedy Saleh Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Ekonomi, Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat, Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat Gusti Muhamad Hatta, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata, dan Ketua Umum Kowani Linda Agum Gumelar.
Uji kelayakan selanjutnya akan dilakukan lagi setelah Presiden istirahat untuk makan siang dan menunaikan shalat.
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, pada Minggu ini akan dipanggil 18 orang untuk memenuhi jumlah 34 menteri yang mengisi susunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
"Kami usahakan semua dipanggil hari ini. Kalau tidak cukup dilanjutkan Senin besok," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang