Suharna Surapranata Calon Menristek KIB II

Kompas.com - 18/10/2009, 13:23 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suharna Surapranata diperkirakan dipercaya oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam kabinet pemerintahan SBY-Boediono.

"Presiden SBY dan wapres terpilih Boediono memberi arahan tugas dan target yang harus dicapai untuk menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi berlandaskan pada daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Suharna seusai menjalani uji kelayakan sebagai menteri di kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Minggu (18/10).

Namun, Suharna—seperti para calon menteri lainnya—menolak menyebutkan bahwa Presiden telah memintanya untuk menempati pos Menristek. "Nanti saja, intinya kami siap bekerja sama," katanya.

Sejak pukul 10.00 WIB hingga Minggu siang, sudah enam calon menteri yang menjalani uji kelayakan sebagai calon menteri kabinet Presiden SBY mendatang.

Enam orang itu adalah Menteri PU Djoko Kirmanto, Darwin Zahedy Saleh Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Ekonomi, Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat, Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat Gusti Muhamad Hatta, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata, dan Ketua Umum Kowani Linda Agum Gumelar.

Uji kelayakan selanjutnya akan dilakukan lagi setelah Presiden istirahat untuk makan siang dan menunaikan shalat.

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, pada Minggu ini akan dipanggil 18 orang untuk memenuhi jumlah 34 menteri yang mengisi susunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

"Kami usahakan semua dipanggil hari ini. Kalau tidak cukup dilanjutkan Senin besok," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau