Ini Dia Program Departemen PU 2010-2014

Kompas.com - 18/10/2009, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski tak secara tegas menyebut akan kembali menduduki jabatan sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, Minggu (18/10) di Puri Cikeas Indah, Bogor, menegaskan, presiden-wakil presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, masih membutuhkan pemikiran-pemikirannya terkait infrastruktur pada pemerintahan periode 2009-2014.

Inilah program strategis Departemen PU tahun 2010-2014 yang dibuat semasa Djoko Kirmanto, lulusan Institute of Hydraulic Engineering Delft, Belanda (1977), itu masih menjabat sebagai Menteri PU.

Pertama, menuntaskan pelebaran dan pemantapan Jalan Lintas Timur Sumatera (2.700 km), melebarkan Semarang-Surabaya menjadi empat lajur, menuntaskan Jalan Lintas Selatan Kalimantan (3.100 km), memantapkan Lintas Barat Sulawesi, menyelesaikan Lintas Pantai Selatan Jawa (1.500 km), dan 11 ruas di Papua Barat dan Papua.

Kedua, menyelesaikan jalan tol trans-Jawa, serta pemancangan dimulainya pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Ketiga, membangun 500.000 hektar jaringan irigasi baru di luar Pulau Jawa (Rp 16 triliun), serta merehabilitasi 1,37 juta hektar jaringan irigasi di 13 provinsi andalan pangan dalam upaya mempertahankan swasembada pangan (dibutuhkan Rp 14 triliun).

Keempat, meningkatkan penyediaan air minum hingga mampu melayani 67 persen penduduk perkotaan (dibutuhkan Rp 12 triliun), dan 17 persen penduduk pedesaan (dibutuhkan Rp 15 triliun); serta meningkatkan pelayanan sanitasi sistem terpusat hingga 5 persen (Rp 9,5 triliun), peningkatan sistem drainase di 100 kota (Rp 4,5 triliun), serta pengolahan sampah di 240 kota (Rp 10,8 triliun).  

 

PERJALANAN KARIER DJOKO KIRMANTO :

Pemerintahan :  

* Site Engineer Pembangunan Fondasi Jembatan Karang Semut, Yogyakarta (1967-1969)

* Pegawai pada Prosida Ditjen Air (1970-1983)

* Asisten Perencanaan Proyek Irigasi Sadang, Sulawesi Selatan (1970-1974)

* Deputi Teknik Proyek Irigasi Pekalen Sampean, Jawa Timur (1976-1980)

* Deputi Kepala Staf Teknik Proyek Irigasi IDA Jakarta (1980-1983)

* Pemimpin Proyek Irigasi Cirebon-Rentang, Jawa Barat (1983-1985)

* Pjs Kepala Sub Direktorat Pengadaan Jasa, Dit Peralatan, Ditjen Pengairan, Dep PU (1985-1987)

* Pj Kepala Bagian Informasi dan Tata Laksana Ditjen Pengairan, Dep PU (1987-1991)

* Pemimpin Proyek Pengendalian Banjir Jakarta (1991-1992)

* Inspektorat Wilayah, Irjen Dep PU (1992-1993)

* Direktur Bina Program, Ditjen Cipta Karya Dep PU (1993-1997)

* Asisten Menteri Negara Perumahan Rakyat (1997-1998)

* Asisten Menteri Negara Perumahan dan Permukiman (1998-1999)

* Direktur Jenderal Pengembangan Permukiman, Dep Permukiman dan Pengembangan Wilayah (1999-2000)

* Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman, Dep Permukiman dan Prasarana Wilayah (2000-2002)

* Sekretaris Jenderal Dep Permukiman dan Prasarana Wilayah (2002-2003)

* Menteri Pekerjaan Umum RI (2004-2009)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau