Gamawan Dipilih karena Prestasinya di Sumbar

Kompas.com - 18/10/2009, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu orang baru dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II adalah Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi. Walau pertimbangan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono memilih Gamawan tidak disebutkan secara tegas, Gamawan memberikan sinyal.

Hal itu tampak dari pernyataan Gamawan yang memaparkan kemajuan Sumbar di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, dewasa ini penduduk miskin di Sumatera Barat dibawah 10 persen, tingkat pengangguran di bawah 8 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen.

"Kami rata-rata di atas nasional," kata Gamawan seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (18/10).

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa jalannya pemerintahan di Sumbar tidak akan terganggu ketika ia nantinya menjabat menteri. "Gubernur tidak figure oriented. Gubernur tidak pernah kosong. Gubernur tidak ada, ada wakil. Wakil tidak ada, ada sekda," ungkapnya.

Namun, seperti calon menteri yang lain, Gamawan pun enggan untuk menyebutkan posisi menteri yang akan ia jabat, sekalipun publik telah menghubungkan dirinya dengan menteri dalam negeri. "Saya sendiri tidak tahu secara resmi posisi mana," kilahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau