Kinerja Menteri Tentukan Sukses MDGs

Kompas.com - 19/10/2009, 01:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tantangan pemerintahan lima tahun ke depan tidaklah mudah. Pemerintah yang akan berakhir pada 2014 di bawah kepemimpinan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono ini dituntut mampu mensukseskan target pencapaian pembangunan milenium (MDGs).

"Target MDGs sangat berkaitan dengan kementerian," kata Salim Assegaf Al-Jufrie kepada para wartawan seusai tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta, Minggu (28/10).

Untuk itu, calon Kepala Bappenas ini mengusulkan pencapaian itu dimulai dari pencapaian target berjenjang. Mulai dengan target yang harus diselesaikan dalam 100 hari memerintah. Kemudian dilanjutkan dengan target pencapaian per tahun.

"Dan akhirnya setelah lima tahun apa yang seharusnya telah tercapai," ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Kesultanan Oman ini.

Lebih lanjut, Salim yang di PKS menjabat Ketua Dewan Syariah, mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat masalah kesejahteraan sosial hampir 40 juta, anak terlantar mendekati 3 juta, balita telantar 300.000, anak nakal 210.000, anak jalanan 110.000, dan orangtua telantar mendekati 2 juta.

"Jadi permasalah cukup banyak. Cukup komplit. Harusnya kita tertantang dan menjadi satu kewajiban untuk membenahi," ujar Salim.

Maka, sekalipun ia tidak menyebut menteri apa yang dipercayakan padanya, dengan mantap ia menekankan pentingnya membangun pondasi kesejahteraan sosial. Caranya adalah dengan budaya dan jati diri bangsa, yakni kesetiakawanan dan gotong royong. "Kalau itu terbangun, banyak masalah ke depan bisa terselesaikan. Peran pemuda bisa dimunculkan," demikian Salim Assegaf Al-Jufrie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau