KOMPAS.com — Siapa menduga satu kursi anggota Kabinet Indonesia Bersatu II bakal menjadi milik Gusti Muhamad Hatta. Pembantu Rektor I Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini pada Minggu (18/10) dipanggil mendadak oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, untuk mengikuti wawancara sekaligus uji kelayakan dan kepatutan calon menteri.
Pemanggilan menjadi calon menteri ini dilakoni Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa. Hatta menelepon Gusti pada Sabtu sekitar pukul 21.00. "Saya kaget seolah tidak nyata, apalagi kami ini dari daerah," tutur Gusti seusai bertemu SBY-Boediono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Gusti, pemanggilan secara mendadak ini disikapi dengan serius. Pekerjaan utama yang dilakoni pertama kali adalah mengupayakan tiket pesawat untuk menuju Jakarta dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju kediaman SBY. "Sibuk juga saya mencari tiket kemarin malam," katanya.
Nasib baik pun diraih Gusti. Dia berhasil meluncur ke Jakarta serta sukses melakukan wawancara sekaligus uji kelayakan dan kepatutan dihadapan SBY-Boediono sekitar pukul 10.30. "Saya pagi-pagi sudah berangkat ke sini," tuturnya.
Dia menambahkan belum mengetahui secara persis posisi apa yang akan diberikan SBY-Boediono pada Kabinet Indonesia Bersatu II. "Saya bicara dengan istri saya semalam, dan sampai saat ini belum tahu diberi tugas apa nanti," katanya.
Meski demikian, dia mengaku, lantaran berkutat pada masalah hutan, pembicaraan yang terjadi dengan SBY-Boediono seputar masalah hutan dan lingkungan hidup. "Ada masalah climate change atau perubahan iklim. Maka itu diperlukan kerja keras untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang