Akankah Mega Hadir di Pelantikan SBY-Boediono?

Kompas.com - 19/10/2009, 11:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para mantan Presiden Indonesia akan diundang pada pelantikan presiden-wakil presiden 2009-2014, Selasa (20/10) di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta.

Salah satu mantan presiden yang ditunggu kehadirannya adalah Megawati Soekarnoputri, mantan presiden kelima. Sejak lengser dari kursi presiden pada 2004, Mega selalu absen dalam acara kenegaraan yang menghadirkan para mantan presiden, seperti perayaan HUT RI di Istana Negara.

Pada pelantikan SBY-JK tahun 2004, Mega juga absen. Kali ini, pada pelantikan SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, akankah Mega hadir?

Ketua MPR Taufiq Kiemas, yang juga suami Megawati, tak menjawab tegas mengenai konfirmasi kehadiran istrinya pada pelantikan besok. "Lihat saja besok," kata pria yang disapa TK ini, Senin di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Undangan untuk menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden sudah dilayangkan sejak pekan kemarin. Sekjen MPR Rohimullah mengatakan, biasanya ada konfirmasi kehadiran dari para tamu yang diundang.

"Kalau konfirmasi lengkapnya ada di humas. Saya tidak tahu siapa saja yang sudah konfirmasi hadir," kata Rohimullah.

Ia memastikan, undangan kepada para mantan presiden sudah disampaikan kepada yang bersangkutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau