JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina telah mendistribusikan hampir 40 juta paket perdana konversi bagi kalangan rumah tangga dan usaha mikro. Ditargetkan, konversi elpiji ini, dengan sasaran 52 juta rumah tangga, akan selesai pada awal 2010.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan dalam acara syukuran konversi minyak tanah ke elpiji dengan pencapaian 40 juta paket perdana yang didistribusikan Pertamina, Senin (19/10) di Jakarta.
Atas keberhasilan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yang dilaksanakan sejak tahun 2007, Pertamina mendapat penghargaan Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral Madya dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, akhir September.
Pertamina juga mendapat penghargaan atas keberhasilan membangun infrastruktur elpiji, khususnya stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) sebanyak 103 buah. Selain itu, Pertamina membangun SPBE yang didukung 120 mesin pengisian elpiji dan punya kapasitas pengisian 1.000 metrik ton per hari. "Sampai minggu kedua Oktober, akumulasi distribusi mencapai 39.885.177 tabung," kata Deputi Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
Pada tahun 2009, Pertamina mendistribusikan paket kompor dan tabung kepada 20.138.021 kepala keluarga dan usaha mikro atau 85 persen dari target 23.772.582 paket akhir tahun ini. Hanung menjelaskan, program konversi elpiji di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Sebab, konversi ini dilakukan dengan target 52 juta rumah tangga dalam waktu tiga tahun. "Bahkan, program ini telah dipuji oleh World LP Gas Association sebagai model konversi dari pengguna nonelpiji ke elpiji yang dapat dicontoh negara-negara lain," ujarnya.
Beberapa negara, seperti Nigeria dan Jepang, memberi apresiasi atas pelaksanaan program itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang