JAKARTA, KOMPAS.com — Proses seleksi calon menteri sudah memasuki hari terakhir, Senin (19/10). Perkembangan terakhir, selama lima hari ini sudah ada 31 kandidat yang diwawancarai oleh SBY-Boediono. Dari 31 calon tersebut, belum ada satu pun kader PDI Perjuangan. Partai yang selama lima tahun terakhir mengambil posisi oposisi ini dikabarkan akan dirangkul SBY.
Hingga hari ini pula, elite PDI Perjuangan tidak memberikan jawaban pasti tentang kemungkinan kadernya direkrut menjadi pembantu SBY. Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan kubu SBY. Meski demikian, keputusan final diserahkan kepada SBY selaku presiden terpilih. Akan tetapi, ia menegaskan, siapa pun yang ditarik oleh SBY harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Terserah Pak SBY (soal menteri). Siapa pun yang ditarik menjadi menteri, yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari Ibu Mega," kata Pramono, Senin di Gedung DPR, Jakarta.
Ia mengatakan, keputusan akhir akan disampaikan Megawati dalam satu atau dua hari ke depan. Komunikasi di antara kedua pihak, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, kata Pramono, berjalan lebih baik dibandingkan tahun 2004.
"Berbeda dengan tahun 2004, komunikasi saat ini relatif berjalan baik. Artinya, komunikasi dilihat keseluruhan. Bukan hanya persoalan individu. Misalnya, untuk hal-hal prinsip, seperti kerja sama di DPR dan MPR, mengenai ujungnya soal kerja sama di pemerintahan terjadi atau tidak, akan ditentukan besok," ujar Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang