Pramono: Siapa Pun yang Ditarik SBY, Harus Disetujui Mega

Kompas.com - 19/10/2009, 14:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses seleksi calon menteri sudah memasuki hari terakhir, Senin (19/10). Perkembangan terakhir, selama lima hari ini sudah ada 31 kandidat yang diwawancarai oleh SBY-Boediono. Dari 31 calon tersebut, belum ada satu pun kader PDI Perjuangan. Partai yang selama lima tahun terakhir mengambil posisi oposisi ini dikabarkan akan dirangkul SBY.

Hingga hari ini pula, elite PDI Perjuangan tidak memberikan jawaban pasti tentang kemungkinan kadernya direkrut menjadi pembantu SBY. Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan kubu SBY. Meski demikian, keputusan final diserahkan kepada SBY selaku presiden terpilih. Akan tetapi, ia menegaskan, siapa pun yang ditarik oleh SBY harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Terserah Pak SBY (soal menteri). Siapa pun yang ditarik menjadi menteri, yang bersangkutan harus mendapat persetujuan dari Ibu Mega," kata Pramono, Senin di Gedung DPR, Jakarta.

Ia mengatakan, keputusan akhir akan disampaikan Megawati dalam satu atau dua hari ke depan. Komunikasi di antara kedua pihak, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, kata Pramono, berjalan lebih baik dibandingkan tahun 2004.

"Berbeda dengan tahun 2004, komunikasi saat ini relatif berjalan baik. Artinya, komunikasi dilihat keseluruhan. Bukan hanya persoalan individu. Misalnya, untuk hal-hal prinsip, seperti kerja sama di DPR dan MPR, mengenai ujungnya soal kerja sama di pemerintahan terjadi atau tidak, akan ditentukan besok," ujar Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau