Perumnas Usul Bangun "Rental Flat"

Kompas.com - 19/10/2009, 16:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Perumnas mengusulkan untuk membangun rusun sewa atau "rental flat" dalam upaya memanfaatkan lahan-lahan BUMN seperti dilaksanakan di Singapura dan Thailand.

"Tujuan ’rental flat’ ini untuk menampung masyarakat berpendapatan rendah yang selama ini sulit mendapatkan hunian di tengah kota," kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto di Jakarta, Senin (19/10).

Himawan mengatakan, uang muka rusunami saat ini sekitar Rp30 juta sulit untuk diakses masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh maupun sangat kumuh. Mereka hanya mampu untuk menyewa.

Himawan mengakui, kebijakan sewa yang dibuat pemerintah selama ini belum kondusif, sehingga setiap tahun Perumnas harus mengalami kerugian Rp14 miliar setiap tahun.

Agar tidak memberatkan pengelola rusun sewa, maka dapat dibuat antara tarif sewa masyarakat penghasilan rendah dan menengah atas sehingga ada subsidi silang di dalamnya, paparnya.

Melalui pola sewa ini keberatan BUMN karena harus melepas asetnya tidak perlu terjadi. Namun yang penting peraturannya saja diperbaiki agar pengelola tetap mendapat insentif, ungkapnya.
 
Himawan mengatakan, ke depan Perumnas dalam upaya memupuk "land bank" akan bekerja sama dengan BUMN. Saat ini lahan yang dimiliki tinggal 2.800 hektare, padahal awalnya 20.000 hektar. "Itupun yang produktif hanya 1.400 hektare," ujarnya.

Himawan mengatakan, Perumnas saat ini tengan menjajaki lahan-lahan yang dapat dimanfaatkan bagi rumah murah. Saat ini dari 500.000 unit rumah yang dibangun 95 persen ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Rencana "land banking" Perum Perumnas sampai dengan 2013 dapat mencapai 20.000 hektare, sementara ini pihaknya merencanakan untuk merevitalisasi lahan-lahan miliknya yang strategis.

Perumnas tengah mempersiapkan lahan di sejumlah lokasi strategis yang saat ini berdiri rusun empat lantai akan dibangun kembali menjadi 20 lantai, tetapi pemilik lama tetap diakomodasi tetap mendapat unit paling besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau