JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution akan mengakhiri masa jabatannya pada Selasa besok. Lantas, apa yang akan dikerjakan Anwar setelah itu?
Anwar sendiri mengakui, mulai besok dirinya akan kembali menekuni pekerjaan lamanya, yakni mengajar, meneliti, dan menulis buku. "Keahlian saya mengajar dan meneliti, bikin buku. Besok saya mulai itu lagi. Besok saya tidak lagi pikirin audit-audit," ujarnya, di kantor BPK, Jakarta, Senin (19/10).
Selama ini buku hasil karya Anwar memang lebih terkenal di luar negeri. Buku-buku tersebut diterbitkan oleh penerbit luar negeri, seperti Bank Dunia dan Oxford. Mulai besok, Anwar mulai disibukkan dengan pertemuan dan berbagai seminar di Amerika Serikat. Di sana, dirinya menghadiri undangan sebuah pertemuan bergengsi untuk beberapa hari ke depan.
"Saya akan mengisi di sebuah pertemuan yang prestisius (pertemuan bergengsi) dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya.
Di samping itu, ada juga salah satu undangan yang harus dihadirinya di Jepang. Pertemuan ini membicarakan soal financial service authority di Jepang (semacam Otoritas Jasa Keuangan/OJK di Jepang). "Tapi lumayan, di Jepang kan bayarannya yen, jadi bisa makan 'sobar'," katanya.
Setelah lima tahun berbicara soal arsitektur keuangan, mulai 20 Oktober, Anwar tak akan lagi berbusa-busa membicarakan masalah keuangan. "Tapi itu juga yang saya jual, saya sudah diundang AS, IMF juga mengundang saya, juga IDB. Jadi dari dulu bukan dari Orde Baru saya cari makan, tapi saya juga bukan neolib. Tetapi kalau LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) tidak pernah mengundang saya," ujarnya sambil tersenyum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang