Pensiun, Anwar Nasution Kembali Menulis Buku

Kompas.com - 19/10/2009, 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution akan mengakhiri masa jabatannya pada Selasa besok. Lantas, apa yang akan dikerjakan Anwar setelah itu?

Anwar sendiri mengakui, mulai besok dirinya akan kembali menekuni pekerjaan lamanya, yakni mengajar, meneliti, dan menulis buku. "Keahlian saya mengajar dan meneliti, bikin buku. Besok saya mulai itu lagi. Besok saya tidak lagi pikirin audit-audit," ujarnya, di kantor BPK, Jakarta, Senin (19/10).

Selama ini buku hasil karya Anwar memang lebih terkenal di luar negeri. Buku-buku tersebut diterbitkan oleh penerbit luar negeri, seperti Bank Dunia dan Oxford. Mulai besok, Anwar mulai disibukkan dengan pertemuan dan berbagai seminar di Amerika Serikat. Di sana, dirinya menghadiri undangan sebuah pertemuan bergengsi untuk beberapa hari ke depan.

"Saya akan mengisi di sebuah pertemuan yang prestisius (pertemuan bergengsi) dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Di samping itu, ada juga salah satu undangan yang harus dihadirinya di Jepang. Pertemuan ini membicarakan soal financial service authority di Jepang (semacam Otoritas Jasa Keuangan/OJK di Jepang). "Tapi lumayan, di Jepang kan bayarannya yen, jadi bisa makan 'sobar'," katanya.

Setelah lima tahun berbicara soal arsitektur keuangan, mulai 20 Oktober, Anwar tak akan lagi berbusa-busa membicarakan masalah keuangan. "Tapi itu juga yang saya jual, saya sudah diundang AS, IMF juga mengundang saya, juga IDB. Jadi dari dulu bukan dari Orde Baru saya cari makan, tapi saya juga bukan neolib. Tetapi kalau LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) tidak pernah mengundang saya," ujarnya sambil tersenyum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau