UrbanFest 09, Ajang Ekspresi Budaya Urban Anak Muda

Kompas.com - 19/10/2009, 19:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com   - Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, tanggal 24-25 Oktober mendatang, kembali menjadi ajang ekspresi budaya urban anak muda. Dalam pagelaran bertajuk UrbanFest09 di area Pasar Seni Ancol itu, berbagai komunitas perkotaan dengan segala aksi dan prestasinya akan tampil menghibur, dan mungkin menyajikan sesuatu yang unik, menarik, dan menantang nyali.

"UrbanFest tahun ini adalah kali yang ketiga, setelah dua kali UrbanFest sebelumnya di Pantai Carnival Ancol berlangsung sukses dan mendapat respon positif dari target audiens yang umumnya anak muda. Acara UrbanFest 09 dipadatkan dan lokasi penyelenggaraan beralih ke area Pasar Seni Ancoll," kata Nugroho F Yudho, Panitia Penyelanggara UrbanFest 09 dari Kompas Gramedia, Senin (19/10) di Jakarta.

UrbanFest 09 digelar secara kolaboratif oleh Ancol bersama Kompas Gramedia, Radio Prambors, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Nugroho menjelaskan, UrbanFest 09 merupakan pagelaran seni budaya komunitas anak muda, dari, oleh, dan untuk anak muda. Materi acara yang disajikan sangat variatif dan mencerminkan budaya kota berasal dari jalan, dari yang legal hingga ilegal.

Selama dua hari, puluhan musik Indie beragam genre, akan tampil heboh menunjukkan eksistensinya, mulai dari kelompok musik indie yang mungkin baru dikenal sampai yang sudah dikenal luas.

Kelompok musik yang sudah diagendakan tampil adalah Seringai, Club 80s, Soul Jah, Efek Rumah Kaca, Polyester Embassy, TOR, Seurieus, Clover, Tembang Pribumi, Soil ID, Beside, Dzeek, Dmasiv, Rocket Rocker, Endah & Rhesa, Friends of Mind, The Banery, Dear Nancy, Speak Up. Yako, De Four, The Safary, dan Komunal.

Tak hanya musik, kegiatan budaya lain yang telah berkembang di kalangan anak muda, khususnya di bidang olahraga, juga tampil seperti Skate Board, 3 on 3, BMX, Street S occer. Juga ada street talk seperti origami Indonesia, Arsenal, Secco Gitar, Ceramik, Eiger, Topeng, Sunday Screen, dan Batik Fraktal.

Sementara pihak IKJ juga punya panggung tersendiri dengan belasan penampil. Juga ada Parkour, sebuah keterampilan meloncat haling rintang tanpa alat pengaman. "Bagi "traceurs" (praktisi parkour), parkour dianggap punya nilai seni dan filosofi yang tinggi," jelas Nugroho.    

Mungkin sebagian dari Anda masih belum bisa membayangkan seperti apa parkour (baca "parkur", dari kata Perancis parcours du combatant yang artinya kurang lebih latihan halang rintang) itu. Gampangnya, lihat saja film-film Jackie Chan. Di situ, Anda akan melihat aksi Jackie berparkour.

Menurut Nugroho, ingin tahu segala sesuatu tentang beragam kegiatan di Urbanfest 09, jangan lewatkan kesempatan. "Sebagai pengunjung UrbanFest, Anda pun bisa langsung berpartisipasi mengikuti kegiatan yang anda sukai. Ada main basket 3 on 3, main bola street soccer, melukis graffiti, dan banyak kegiatan lainnya," ungkap Nugroho.  

Sinergi

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya, mengatakan, UrbanFest digelar di Pasar Seni Ancol dengan harapan ada sinergi antara kegiatan yang ada di UrbanFest dan beberapa kegiatan yang sudah ada dan eksis di Pasar Seni, seperti musik, olahraga, outbound, bersepeda, dan lain sebagainya.

Para peserta dan masyarakat urban dengan budaya indienya, akan dapat melihat realitas yang ada di Pasar Seni Ancol. "Ia bukan label, tapi pasar seni yang sungguh dinamis. Ini mungkin salah satu realitas yang misa menjadi masa depan kaum indie," katanya.

Menurut Budi Karya, anak-anak muda dengan budaya urbannya tidak saja diberikan panggung, tetapi juga ada edukasinya. Misalnya melalui Pameran Foto yang akan menampilkan karya fotografer terkemuka Indonesia, Julian Sihombing, tentang masyarakat perkotaan. Edukasinya antara lain, potret metropolitan itu seperti apa?

Jadi, banyak hal menarik dan unik di UrbanFest yang dapat disaksikan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau