Fauzi Bowo: Tak Ada yang Bisa Halangi Penertiban

Kompas.com - 19/10/2009, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menertibkan stasiun pengisian bahan bakar umum yang beroperasi di jalur hijau dan di daerah milik jalan atau damija. Penertiban SPBU ini secara resmi diungkapkan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ery Basworo, Senin (19/10).

Sebelumnya, saat kunjungan kerja ke Berlin, Jerman, pekan lalu, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan bahwa penutupan SPBU akan dilakukan selambatnya akhir tahun ini juga. "Tidak akan diundur-undur lagi. Sudah saya perintahkan instansi terkait untuk segera menertibkan SPBU yang mengokupasi jalur hijau dan damija. Ini sudah kebijakan DKI. Tidak ada yang bisa menghalangi," katanya.

Menurut Fauzi, dasar hukum penertiban SPBU itu yaitu Instruksi Gubernur Nomor 75 tahun 2009 tentang Pelaksanaan Penertiban dan Refungsionalisasi SPBU yang beroperasi di 27 lokasi jalur hijau dan damija.

Khusus di wilayah Pemerintah Kota Jakarta Selatan, sebenarnya ada sembilan SPBU yang berada di jalur hijau dan damija. Untuk penertiban tahap pertama Oktober ini, Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, yang akan ditertibkan lebih dulu antara lain SPBU di Jalan Suryo.

Sebanyak delapan SPBU lainnya ditargetkan ditutup pada November dan Desember 2009. Kedelapan SPBU tersebut terletak di Jalan Melawai Raya yang menduduki lahan seluas 872 meter persegi, di Jalan Pakubuwono VI di atas lahan seluas 3.600 meter persegi, dan di Jalan Tebet Timur Raya di atas lahan seluas 2.500 meter persegi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau