Energi

Angkutan Batu Bara 2009 Capai 70 Persen

Kompas.com - 20/10/2009, 03:07 WIB

Palembang, Kompas - PT Kereta Api (Persero) memastikan angkutan batu bara dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ke Tarahan, Lampung Selatan, baru tercapai 70 persen dari target angkutan 2009 sebesar 9,1 juta ton. PT KA pesimistis target angkutan tercapai akibat sering terjadinya gangguan pada pembongkaran batu bara di Tarahan dan kereta anjlok.

Kepala Humas PT KA (Persero) Divre III Sumatera Selatan As’ad Sayuti, Senin (19/10), mengatakan, kinerja angkutan batu bara dari Tanjung Enim ke Tarahan yang mencapai 100 persen hanya pada triwulan I-2009. Pada triwulan I-2009 PT KA menargetkan angkutan batu bara mencapai 2.112.900 juta ton dan tercapai 2.112.950 juta ton.

Pada triwulan II, dari target angkutan 2,322 juta ton tercapai 2,201 juta ton batu bara atau hanya 95 persen dari target. Adapun pada triwulan III-2009, dari target angkutan 2,349 juta ton tercapai 2,146 juta ton atau sekitar 91 persen.

As’ad mengatakan, lambatnya pencapaian angkutan tersebut terjadi menyusul sering rusaknya peralatan pembongkaran di Tarahan, Lampung Selatan. Hal itu menjadi penyebab berkurangnya rangkaian kereta pengangkut, dari yang seharusnya 14 rangkaian kereta api batu bara rangkaian panjang atau KA babaranjang per hari menjadi 11 rangkaian KA babaranjang per hari.

Zakaria, Kepala Humas PT KA Divre III.2 Tanjungkarang, mengatakan, selain jumlah rangkaian berkurang, akibat adanya gangguan pada pembongkaran batu bara di Tarahan mengakibatkan pembongkaran berjalan lama. Idealnya, untuk bisa membongkar muatan satu rangkaian babaranjang yang terdiri atas 40-45 unit gerbong, dibutuhkan waktu 1,5 jam.

”Akan tetapi, pembongkaran kadang mencapai 2,5 jam apabila mesin pembongkar rusak. Lamanya waktu pembongkaran mengakibatkan kereta babaranjang mengantre cukup lama,” ujar Zakaria. (HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau