Gerindra: Pidato SBY Datar-datar Saja

Kompas.com - 20/10/2009, 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Mujani menilai tidak ada yang spesial pada pidato yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari pelantikannya sebagai Presiden ke-7 RI.

"Datar-datar saja. Tidak ada bagian yang istimewa dari pidato presiden yang memperoleh 60 persen suara rakyat," ujar Ahmad seusai mengikuti pelantikan SBY-Boediono di Ruang Rapat Paripurna I MPR RI, Jakarta, Selasa (20/10).

Dikatakan Ahmad, pidato Presiden seharusnya bisa lebih memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia. Sayangnya, Ahmad tidak mengelaborasi harapan yang dimaksud.

Sebaliknya, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani malah memuji pidato Presiden yang disampaikannya di hadapan anggota MPR RI, anggota Kabinet Indonesia Bersatu I, calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, serta kepala negara dan duta besar negara sahabat.

"Cukup baik bahwa beliau ingin membangun demokrasi kerakyatan. Beliau juga menginginkan semua elemen bangsa bersatu demi kemajuan bangsa," ujar Puan.

Terkait tudingan terhadap kebijakan Boediono semasa menjabat sebagai Menko Perekonomian yang berbau neoliberalisme, Puan mengatakan, inilah saat yang tepat bagi SBY-Boediono untuk membuktikan bahwa program perkonomian mereka bukan semata-mata ditujukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan demi kemaslahatan bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau