Izin Pendakian Ke Cartenz Dipertimbangkan Ulang

Kompas.com - 20/10/2009, 12:57 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com- Terkait penembakan di mile 42-43 yang mengenai tiga karyawan Freeport, Selasa (20/10), pihak kepolisian Papua pertimbangkan ulang izin pendakian ke Cartenz yang akan dilakukan pada Kamis mendatang. Pendakian dengan tujuan promosi wisata dan aksi bersih basecamp Puncak Cartenz ini menurut rencana diikuti 80 pendaki dengan 25 di antaranya wartawan.  

"Seyogyanya dipertimbangkan, namun kita lihat perkembangan di lapangan dulu dengan berkoordinasi dengan aparat di Timika," kaya Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Agus Rianto, Selasa (20/10) siang ini. Pernyataan ini disampaikan menanggapi pertanyaan wartawan terkait jaminan keamanan dari Polda Papua kepada pendaki Cartenz.

Atas pernyataan polisi itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua CH Rumbino mengatakan, rencana pendakian belum berubah. Tim dari Jayapura yang terdiri belasan wartawan akan berangkat, Rabu besok, menuju Timika. Esoknya, tim berangkat dari Timika menuju mile 72 di dekat Tembagapura.

Dari mile 72, tim akan menggunakan tramp menuju mile 74. Dari mile 74, rombongan dijemput mobil kecil. Rombongan melanjutkan ke ketinggian untuk aklimatisasi selama empat jam. Kemudian, rombongan tiba di tenpat yang akan dibangun shelter.  

"Yang penting kita sudah semaksimal mungkin berangkat untuk menunjukkan kepada Gubernur kalau kita serius. Kita ke Timika dulu dan kita lihat perkembangannya. Kemarin kami sudah minta supaya Polda mendampingi dengan mengirimkan satu tim gegana bersama rombongan pendaki", ujar Rumbino didampingi staf khusus Gubernur Papua Ronald Tapilatu.

Sekadar informasi, pendakian yang akan dilakukan puluhan pendaki itu dalam rangka program clean up and survey basecamp Cartenz Pyramid, dan akan dilakukan pada 22-24 Oktober 2009. Kegiatan ini dilakukan Papua Promotion House Europe di Frankfurt Jerman yang dikepalai Dr Weiglein Werner.

Kelompok pendaki itu termasuk 11 orang pendaki asal Austria, Switzerland, dan Jerman. Mereka akan membersihkan sampah yang ditinggalkan pendaki yang berserakan. Setiap tahunnya 200-300 pendaki dari luar negeri melakukan pendakian ke Cartenz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau