Telkom Kembali Tawarkan Pensiun Dini

Kompas.com - 20/10/2009, 14:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali menawarkan program Pensiun Dini (Pendi) kepada 1.200 pegawai. Kepada pegawai yang memenuhi syarat untuk Pendi, manajemen memberi kompensasi yang sangat memadai. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan.

"Ini adalah perpanjangan dari momen transformasi bisnis yang dicanangkan 16 Oktober, dengan mentransformasi jumlah dan kompetensi pegawai. Transformasi bisnis Telkom dari semula perusahaan telekomunikasi jadi perusahaan TIME (telecommunication, information, media, dan edutainment) tentu memerlukan kompetensi pegawai yang baru," kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Selasa (20/10) di Jakarta.

Ketatnya persaingan industri telekomunikasi, kata Eddy Kurnia, mendorong Telkom mengantisipasi lingkungan bisnis yang cepat berubah dan sumber daya yang efisien sebagai pertimbangan yang sangat strategis.

Sejak tahun 1995, ujar Eddy, Telkom telah menawarkan program pensiun dini secara bertahap untuk merampingkan jumlah pegawai agar perusahaan lebih lincah bergerak dalam kompetisi yang semakin tajam seperti saat ini. "Selain meneruskan karier di perusahaan, pegawai juga diberi pilihan untuk pensiun dini. Pegawai tertentu mungkin ingin mengembangkan diri di luar perusahaan sebagai second carrier," jelasnya.  

Pendi yang ditawarkan terdiri dari Golden Shake Hand dan Silver Shake Hand. Pada Golden Shake Hand, pegawai sama sekali pensiun dari perusahaan. Sedangkan pada Silver Shake Hand, pegawai tersebut pensiun dini dari Telkom lalu meneruskan karier di lingkungan TELKOMGroup. "Pegawai yang mengambil Pendi tentunya akan memperoleh kompensasi dengan besaran berbeda antara Golden dan Silver Shake Hand," jelas Eddy Kurnia.

Kini Telkom memiliki 23.286 pegawai, dari jumlah itu sekitar 460 orang dipekerjakan di anak perusahaan dan perusahaan lain. Kalau dibanding perusahaan telekomunikasi lain sebagai incumbent, pegawai Telkom jumlahnya memang besar.

Secara bertahap, Telkom akan menawarkan Pendi hingga dicapai jumlah pegawai ideal, tetapi intinya Pendi ditawarkan secara sukarela kepada pegawai, lanjutnya. Program Pensiun Dini sendiri dijadwalkan berlanjut hingga 2011.

Telkom pertama kali menawarkan program Pendi tahun 1995 dengan jumlah 5.188. Sejak tahun 2002 hingga 2009 sudah sekitar 12.000 pegawai mengambil program Pendi. Pada bulan Maret 2009, sebanyak 1.156 pegawai telah melakukan Pendi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau