Perang Saudara, Satu Wakil Indonesia Pasti Langsung Tersingkir

Kompas.com - 20/10/2009, 22:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemain Indonesia akan memulai pertarungan memperebutkan gelar di turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka Super Series yang babak utamanya bergulir Rabu (21/10). Ada 10 partai yang akan dilakoni para punggawa Tanah Air dari lima nomor yang dipertandingkan.

Sayang, di awal perjuangan ini satu wakil Indonesia sudah harus tersingkir. Pasalnya, terjadi "perang saudara" di sektor ganda campuran, ketika dua pasangan Pelatnas Cipayung Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet bertemu Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan.

Sedangkan untuk partai lain, para pemain Indonesia mendapat lawan yang terbilang ringan. Dua tunggal putra, Simon Santoso (unggulan 5) dan Sony Dwi Kuncoro (2) bertemu lawan yang cukup mudah. Simon ditantang pemain Jepang Sho Sasaki dan Sony bertemu pemain Belanda, Dicky Palyama.

Di sektor tunggal putri, satu-satunya pemain Indonesia yang tampil di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Adriyanti Firdasari, bertemu pemain Swedia Sophia Hansson. Firdasari menjadi unggulan ketujuh di kejuaraan ini.

Untuk nomor ganda putra, ada empat wakil Indonesia yang bakal bertarung. Pasangan nomor satu dunia yang baru saja menjadi juara di Jepang Terbuka Super Series, Markis Kido/Hendra Setiawan ditantang pasangan Polandia Michal Logosz/Robert Mateusiak.

Kemudian, runner-up Jepang Terbuka Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan ditantang pasangan Jerman Michael Fuchs/Ingo Kindervater. Mohammad Ahsan/Bona Septano, hanya melawan pemain kualifikasi. Sementara itu pasangan yang pernah menghuni Pelatnas Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (unggulan 5), bertemu pasangan Denmark Rasmus Bonde/Simon Mollyhus.

Dari sektor ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir yang merupakan unggulan pertama, bertemu pasangan gado-gado Teik Chai Gan (Malaysia)/Anastasia Russkikh (Rusia). Bekas pemain Pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (unggulan 5), bertemu pemain Selandia Baru Henry Tam/Donna Haliday.

Meskipun di awal perjuangan ini hanya menghadapi lawan-lawan ringan, para pemain Indonesia harus tetap waspada. Lawan tetap punya potensi membuat kejutan yang bisa memupus harapan untuk membawa pulang gelar juara dari turnamen ini, yang tak diikuti para pemain top China dan Korea Selatan.

Ganda putri mendapat bye

Pada hari pertama babak utama ini, wakil Indonesia di nomor ganda putri tidak tampil. Dua pasangan Pelatnas yang dikirim, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari yang merupakan unggulan ketiga, serta Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (unggulan keempat), mendapat bye.

Dengan demikian, mereka langsung lolos ke babak kedua. Selanjutnya, Kamis (22/10), Shendy/Meiliana akan bertemu pemenang duel sesama pemain tuan rumah Maria Helsbol/Anne Skelbaek vs Joan Christiansen/Mia Sejr Nielsen, dan Nitya/Greysia ditantang pemenang duel Zhang Dan/Zhang Zhibo (Macau) vs Anna Kobceva/Elena Prus (Ukraina).

- Jadwal pertandingan Denmark Terbuka (khusus pemain Indonesia)

Tunggal putra
(5) Simon Santoso vs Sho Sasaki (Jepang)
Dicky Palyama (Belanda) vs (2) Sony Dwi Kuncoro

Tunggal putri
Sophia Hansson (Swedia) vs (7) Adriyanti Firdasari

Ganda putra
Mohammad Ahsan/Bona Septano vs Q4
Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan vs Michael Fuchs/Ingo Kindervater (Jerman)
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Michal Logosz/Robert Mateusiak (Polandia)
Rasmus Bonde/Simon Mollyhus (Denmark) vs (5) Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan

Ganda campuran
(1) Nova Widianto/Liliyana Natsir vs Teik Chai Gan (Malaysia)/Anastasia Russkikh (Rusia)
Henry Tam/Donna Haliday (Selandia Baru) vs (5) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet vs (8) Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau