TANGERANG, KOMPAS.com - Mayoritas pengguna narkoba dengan jarum suntik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, terancam positif terkena virus HIV-AIDS dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
Dari 150 pengguna narkoba jarum suntik yang umumnya kalangan pelajar hingga mendian ketiga yang diambil sampel darahnya berpotensi endemi virus HIV-AIDS, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Dadang S Epit di Tangsel, Selasa (20/10).
"150 orang pengguna narkoba di Tangsel yang diperiksa beberapa waktu lalu terkena virus HIV, lima tahun kedepan dipastikan 95 persen positif AIDS," ujar Dadang di Tangerang. Human Immunodeficiency Virus (HIV) sudah mulai berkembang didalam darah pengguna narkoba jarum suntik dan akan berubah menjadi penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
Dia mengatakan, terdapat tiga kategori rotasi epidemi HIV-AIDS di Tangsel, yakni dari low endemi (rendah), middel endemi (menengah) dan high endemi (tinggi).
Penggunaan narkoba menggunakan jarum suntik di Tangsel beresiko terkena virus HIV-AIDS dari kategori endemi menengah menuju kategori endemi tinggi.
Dadang menjelaskan, terdapat tiga kelompok yang terancam terkena dan penularan infeksi virus HIV-AIDS, yaitu penjaja seks, homoseksual dan pengguna narkoba.
"Sampai saat ini kita belum memiliki data pasti berapa jumlah warga Tangsel penderita HIV-AIDS, karena masih dalam pendataan dan pengambilan sampel darah penderita," kata Dadang.
Kini selain melakukan pendataan dan pengambilan sampel darah, pemerintah daerah setempat menyulap puskesmas Ciputat sebagai klinik Metadon bagi para penderita HIV-AIDS.
Klinik Metadon Puskesmas Ciputat bulan depan segera dioperasikan, Dinkes Tangsel menyiapkan satu orang dokter dan dua perawat untuk memberikan pelayanan kepada pasien HIV-AIDS.
Dana untuk klinik Metadon Tangsel dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Banten sebanyak Rp 500 juta. Ia mengajurkan agar keluarga dari pengguna narkoba untuk lebih mengawasi keluarganya dan mencoba memutuskan mata rantai penularan HIV-AIDS.
"Tingkat kewaspadaan HIV-AIDS di Tangsel dalam status siaga, karena peluang penularan HIV lumayan tinggi," ujar Dadang.