Mayoritas Pengguna Narkoba Terancam HIV-AIDS

Kompas.com - 21/10/2009, 03:42 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Mayoritas pengguna narkoba dengan jarum suntik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, terancam positif terkena virus HIV-AIDS dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
     
Dari 150 pengguna narkoba jarum suntik yang umumnya kalangan pelajar hingga mendian ketiga yang diambil sampel darahnya berpotensi endemi virus HIV-AIDS, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat Dadang S Epit di Tangsel, Selasa (20/10).
     
"150 orang pengguna narkoba di Tangsel yang diperiksa beberapa waktu lalu terkena virus HIV, lima tahun kedepan dipastikan 95 persen positif AIDS," ujar Dadang di Tangerang.  Human Immunodeficiency Virus (HIV) sudah mulai berkembang didalam darah pengguna narkoba jarum suntik dan akan berubah menjadi penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
     
Dia mengatakan, terdapat tiga kategori rotasi epidemi HIV-AIDS di Tangsel, yakni dari low endemi (rendah), middel endemi (menengah) dan high endemi (tinggi).
Penggunaan narkoba menggunakan jarum suntik di Tangsel beresiko terkena virus HIV-AIDS dari kategori endemi menengah menuju kategori endemi tinggi.
     
Dadang menjelaskan, terdapat tiga kelompok yang terancam terkena dan penularan infeksi virus HIV-AIDS, yaitu penjaja seks, homoseksual dan pengguna narkoba.
"Sampai saat ini kita belum memiliki data pasti berapa jumlah warga Tangsel penderita HIV-AIDS, karena masih dalam pendataan dan pengambilan sampel darah penderita," kata Dadang.
     
Kini selain melakukan pendataan dan pengambilan sampel darah, pemerintah daerah setempat menyulap puskesmas Ciputat sebagai klinik Metadon bagi para penderita HIV-AIDS.
     
Klinik Metadon Puskesmas Ciputat bulan depan segera dioperasikan, Dinkes Tangsel menyiapkan satu orang dokter dan dua perawat untuk memberikan pelayanan kepada pasien HIV-AIDS.
     
Dana untuk klinik Metadon Tangsel dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Banten sebanyak Rp 500 juta.  Ia mengajurkan agar keluarga dari pengguna narkoba untuk lebih mengawasi keluarganya dan mencoba memutuskan mata rantai penularan HIV-AIDS.
     
"Tingkat kewaspadaan HIV-AIDS di Tangsel dalam status siaga, karena peluang penularan HIV lumayan tinggi," ujar Dadang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau