Pelantikan SBY-Boediono Belum "Ngaruh", Rupiah Melemah

Kompas.com - 21/10/2009, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Rabu (21/10) pagi, turun 75 poin menjadi Rp 9.465-Rp 9.475 per dollar AS dibandingkan hari sebelumnya, Rp 9.390-Rp 9.400, karena pelaku pasar melepas rupiah, terpicu oleh melemahnya bursa Wall Street.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta, Rabu, mengatakan, koreksi terhadap rupiah saat ini dinilai wajar setelah hari sebelumnya menguat akibat dilantiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI untuk yang kedua kalinya.

Namun, sentimen positif itu belum memicu pelaku pasar untuk kembali membeli rupiah. Mereka lebih percaya sentimen yang muncul dari luar, seperti melemahnya bursa Wall Street. "Bursa Wall Street dalam dua hari lalu terkoreksi akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap pendapatan korporat dalam kuartal ketiga tahun ini," tuturnya.
    
Menurut Kostaman Thayib, rupiah memang terkoreksi, tetapi hanya sementara karena peluang untuk menguat kembali masih tetap besar. "Para pelaku pasar masih menunggu pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II," katanya.

Pelaku pasar, lanjutnya, masih ingin melihat apakah susunan KIB II akan mengalami perubahan atau tidak. Namun, yang penting adanya koordinasi yang baik sehingga ekonomi akan tumbuh lebih baik.

Rupiah masih berkisar di bawah angka Rp 9.500 per dollar AS dan berpeluang untuk kembali di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS apabila susunan KIB ini sudah ditetapkan," tuturnya.
    
Indonesia, menurut dia, masih dinilai pasar yang potensial karena minat pelaku asing untuk bermain di pasar domestik masih tinggi. Karena itu, peluang rupiah untuk naik lagi masih besar. "Investor asing sendiri cenderung lebih suka menempatkan dananya di Indonesia karena berbagai kemudahan diperoleh, seperti bahan baku, tenaga kerja yang murah, serta keamanan dan kenyamanan sangat mendukung," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau