JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta petugas kebersihan DKI Jakarta untuk lebih displin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
"Berlarutnya masalah penumpukan sampah disebabkan petugas kurang disiplin. Hal tersebut harus diubah," ujarnya di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Rabu (21/10).
Gubernur yang biasa dipanggil Foke ini mengatakan, selama ini para petugas kebersihan mengangkut sampah tidak sesuai peraturan. "Mereka mengangkut sampah suka-suka mereka," kata Foke.
Foke juga mencatat, para petugas kebersihan kerap kali lalai dan menunda kewajibannya. "Seharusnya mengangkut tiga kali sehari, ini hanya satu kali," tuturnya. Hal tersebut membuat sampah menumpuk di pinggir jalan ataupun lahan kosong.
Menurut Foke, ketidakdisiplinan tersebut akibat buruknya sistem manejerial. Akibatnya, para petugas merasa malas karena gaji yang diterima tidak sepadan.
Selain karena petugas yang tidak disiplin, lanjutnya, penumpukan sampah juga disebabkan daya angkut di Jakarta yang masih kurang. Sampah yang dihasilkan masyarakat Jakarta mencapai 6,7 ton per hari, sedangkan kapasitas TPA Bantar Gebang hanya 4,850 ton.
Untuk mengatasi masalah penumpukan sampah tersebut, kata Foke, Pemprov Jakarta akan mengkaji ulang sistem pengangkutan sampah agar lebih sinkron. "Sehingga tidak ada lagi penumpukan," katanya.
Adapun untuk meningkatkan kedisplinan petugas kebersihan, pihaknya akan mengganti petugas keamanan dengan pegawai outsourcing. Namun, hal tersebut juga harus diikuti dengan perbaikan manajerial. "Kalau tidak ada perbaikan, percuma saja bekerja sama dengan swasta," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang