Foke: Harusnya Sampah Diangkut 3 Kali Sehari

Kompas.com - 21/10/2009, 14:57 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta petugas kebersihan DKI Jakarta untuk lebih displin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

"Berlarutnya masalah penumpukan sampah disebabkan petugas kurang disiplin. Hal tersebut harus diubah," ujarnya di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Rabu (21/10).

Gubernur yang biasa dipanggil Foke ini mengatakan, selama ini para petugas kebersihan mengangkut sampah tidak sesuai peraturan. "Mereka mengangkut sampah suka-suka mereka," kata Foke.

Foke juga mencatat, para petugas kebersihan kerap kali lalai dan menunda kewajibannya. "Seharusnya mengangkut tiga kali sehari, ini hanya satu kali," tuturnya. Hal tersebut membuat sampah menumpuk di pinggir jalan ataupun lahan kosong.

Menurut Foke, ketidakdisiplinan tersebut akibat buruknya sistem manejerial. Akibatnya, para petugas merasa malas karena gaji yang diterima tidak sepadan.

Selain karena petugas yang tidak disiplin, lanjutnya, penumpukan sampah juga disebabkan daya angkut di Jakarta yang masih kurang. Sampah yang dihasilkan masyarakat Jakarta mencapai 6,7 ton per hari, sedangkan kapasitas TPA Bantar Gebang hanya 4,850 ton.

Untuk mengatasi masalah penumpukan sampah tersebut, kata Foke, Pemprov Jakarta akan mengkaji ulang sistem pengangkutan sampah agar lebih sinkron. "Sehingga tidak ada lagi penumpukan," katanya. 

Adapun untuk meningkatkan kedisplinan petugas kebersihan, pihaknya akan mengganti petugas keamanan dengan pegawai outsourcing. Namun, hal tersebut juga harus diikuti dengan perbaikan manajerial. "Kalau tidak ada perbaikan, percuma saja bekerja sama dengan swasta," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau