JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan menguat hingga kisaran Rp 9.200 hingga akhir tahun ini. Untuk tahun depan, diperkirakan rupiah akan mencapai angka Rp 9.100. Demikian disampaikan pengamat ekonomi, Fauzi Ichsan, di Jakarta, Rabu (21/10). "Rupiah untuk akhir tahun ini saya rasa akan menguat hingga Rp 9.200," ujar Fauzi.
Saat ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 9.300. Menurutnya, penguatan rupiah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor global dan domsetik. Dia menjelaskan, kondisi global saat ini menunjukkan mata uang dollar AS mengalami pelemahan sehingga mendorong penguatan mata uang lokal, termasuk rupiah.
Pelemahan mata uang Negara Paman Sam tersebut terjadi karena adanya defisit ekonomi AS yang besar. Untuk membiayai defisit tersebut, Pemerintah AS menerbitkan surat utang AS dan kemudian dijual ke bank sentralnya. "Bank sentral duitnya dari cetak dollar AS. Otomatis kalau dollar AS dicetak terus, akan melemah. ini faktor globalnya," ujarnya.
Kemudian, penguatan kondisi ekonomi global yang terasa sejak triwulan II-2009 ini mengakibatkan bursa global semakin menguat. Ini mengakibatkan banyak investor internasional menjual dollar-nya untuk membeli mata uang Asia guna membeli saham di Asia. "Makanya rupee India (mata uang India) menguat, rupiah menguat, won (mata uang China) juga. Ini juga faktor global," katanya.
Adapun untuk faktor dometik, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dan berada pada posisi ketiga di antara negara-negara G-20, setelah India dan China. Ini akan membawa sentimen positif dari investor dan mendorong harga saham akan naik, "Dalam aksi ini, rupiah menguat karena mereka juga beli rupiah untuk beli saham," katanya.
Menurut dia, dengan penguatan rupiah, Bank Sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya atau justru menurunkannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang