Hatta Pulang, Marty Datang ke Cikeas

Kompas.com - 21/10/2009, 15:57 WIB

CIKEAS, KOMPAS.com — Setelah rapat sejak Rabu (21/10) pukul 09.00 WIB, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa meninggalkan rumah pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Indah Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Ia meninggalkan Cikeas pada pukul 14.00 WIB dengan kendaraan menteri berpelat nomor B 14. Hatta tak berbicara kepada pers, tetapi hanya melambaikan tangan.

Tak beberapa lama, satu baris TNI bersiap-siap di pinggir pintu masuk ke kompleks Puri Indah Cikeas, dalam posisi berjajar untuk memberi hormat. "Pak Wapres mau keluar," kata seorang petugas.

Akan tetapi, meskipun sudah menunggu sekitar 10 menit, satu barisan tentara akhirnya dibubarkan.

Tak lama setelah dibubarkan, muncul sebuah mobil Kijang dan penumpangnya adalah Marty Natalegawa yang disebut-sebut bakal menjadi Menteri Luar Negeri. Awalnya, Marty agak sulit masuk ke Cikeas karena sempat tak diizinkan sebelum ada izin dari posko di dalam rumah pribadi Presiden.

Namun, akhirnya Marty diizinkan masuk. "Kalau Pak Marty mau membicarakan soal persiapan KTT ASEAN," ujar seorang pejabat saat dihubungi Kompas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau