Korban Perkosaan Itu Masih Belum Sadar

Kompas.com - 21/10/2009, 17:18 WIB

MUNA, KOMPAS.com — In (15), siswi kelas satu SMA, yang diduga menjadi korban kekerasan dan pemerkosaan yang terjadi pada Senin, hingga kini masih terbaring tak sadar di ruang UGD RSUD Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada bagian tubuh korban seperti di tangan kiri dan kanan serta kaki kiri dan kanan terlihat ada sayatan benda tajam.

La Neka (37), ayah korban yang melihat kondisi putrinya, tampak pasrah dan sedih. "Saya sangat sakit, saya tidak tahu siapa yang melakukan kejahatan kepada anak saya. Ini benar-benar jahat," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu.

Menurut La Neka, putrinya meninggalkan rumah pada Senin sekitar pukul 16.00 Wita. Dia mengaku akan mengikuti praktik olahraga renang di Gedung Olahraga Raha yang dilaksanakan sekolahnya. Dia kembali ke rumah sekitar pukul 23.00 Wita dalam keadaan tak berdaya.

"Saya tahu dia datang setelah mendengar suaranya di halaman rumah. Ia menjerit kesakitan dengan berkata, mati saya, Pak," ujar La Neka, yang mendapat putrinya terkulai di halaman rumahnya.

La Neka mengaku telah melaporkan musibah yang dialami putrinya ini, tetapi polisi masih kesulitan mengungkap pelaku karena korbannya kini belum sadarkan diri.

"Saya diberitahu polisi, sudah dua orang yang dicurigai terlibat dalam kasus penganiayaan ini dan kini sementara dalam pengawasan polisi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Raha, Drs Arfi, saat dikonfirmasi mengatakan, pihak sekolah pada hari Senin tidak menyelenggarakan kegiatan praktik olahraga renang.

"Saya sudah cek kepada guru olahraga di sekolah ini, tapi katanya tidak ada praktik renang pada hari itu," ujarnya, seraya menambahkan, yang ada hanya praktik olahraga pencak silat.

Siti Rahma, teman akrab In, membenarkan tak ada praktik olahraga renang pada hari itu. "Saya memang ditelepon In yang menanyakan praktik renang, tapi saya bilang tidak ada," ujar Siti Rahma.

Pengakuan yang sama juga dikemukakan guru olahraga SMA Negeri 1 Raha, Sidratil, bahwa tidak ada kegiatan praktik renang pada hari itu.

Hingga saat ini pihak kepolisian setempat telah mengambil telepon genggam milik korban guna melakukan pelacakan terhadap sejumlah nomor yang pernah menghubungi In.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau