ISLAMABAD, KOMPAS.com — Badan PBB untuk Program Pangan Dunia (WFP), Rabu (21/10), menutup pusat distribusi pangan yang melayani lebih dari dua juta orang di Pakistan barat laut karena khawatir dengan masalah keamanan.
Penutupan pusat distribusi pangan PBB untuk kawasan Lembah Swat itu dilakukan setelah serangan bom bunuh diri di kantor WFP di ibu kota Islamabad pada bulan ini yang menewaskan lima pekerja PBB. "Kami menutup semua pusat distribusi di Swabi, Charsadda, Mardan, Swat, Buner, Dir, dan Bajaur yang merupakan kawasan telantarnya ribuan orang akibat konflik bersenjata," kata Amjad Jamal, juru bicara WFP di Islamabad.
"Kami tengah menghadapi persoalan yang berkaitan dengan keamanan. Penutupan pusat distribusi pangan tersebut diambil tadi malam," kata Jamal.
Ia mengatakan, penutupan hanya sementara dan keputusan itu akan ditinjau kembali pada akhir pekan ini. Pusat-pusat distribusi pangan itu telah membantu memberikan pasokan bahan makanan kepada orang-orang telantar pada tahun ini akibat pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan Taliban di sekitar Lembah Swat.
Pertempuran itu memaksa sekitar dua juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Meski sebagian besar mereka telah kembali ke rumah, tetapi mereka masih membutuhkan bantuan pangan, dan sekitar 2,2 juta orang telah menerima bantuan pangan pada bulan lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang