Ditutup, Pusat Distribusi Pangan PBB di Pakistan

Kompas.com - 21/10/2009, 18:06 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Badan PBB untuk Program Pangan Dunia (WFP), Rabu (21/10), menutup pusat distribusi pangan yang melayani lebih dari dua juta orang di Pakistan barat laut karena khawatir dengan masalah keamanan.

Penutupan pusat distribusi pangan PBB untuk kawasan Lembah Swat itu dilakukan setelah serangan bom bunuh diri di kantor WFP di ibu kota Islamabad pada bulan ini yang menewaskan lima pekerja PBB. "Kami menutup semua pusat distribusi di Swabi, Charsadda, Mardan, Swat, Buner, Dir, dan Bajaur yang merupakan kawasan telantarnya ribuan orang akibat konflik bersenjata," kata Amjad Jamal, juru bicara WFP di Islamabad.

"Kami tengah menghadapi persoalan yang berkaitan dengan keamanan. Penutupan pusat distribusi pangan tersebut diambil tadi malam," kata Jamal.

Ia mengatakan, penutupan hanya sementara dan keputusan itu akan ditinjau kembali pada akhir pekan ini. Pusat-pusat distribusi pangan itu telah membantu memberikan pasokan bahan makanan kepada orang-orang telantar pada tahun ini akibat pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan Taliban di sekitar Lembah Swat.

Pertempuran itu memaksa sekitar dua juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Meski sebagian besar mereka telah kembali ke rumah, tetapi mereka masih membutuhkan bantuan pangan, dan sekitar 2,2 juta orang telah menerima bantuan pangan pada bulan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau