Kasus Prita, Alat dan Barang Bukti JPU Tak Valid

Kompas.com - 21/10/2009, 18:21 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Saksi ahli teknologi informasi, Ruby Alamsyah, mengatakan, fotokopi surat Prita yang berisikan keluhannya tentang buruknya layanan RS Omni tidak bisa dijadikan alat dan barang bukti oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Yang namanya alat dan barang bukti digital seharusnya berupa komputer yang digunakan Prita, copy hard disk, dan sidik jari digital yang dibuat terdakwa," papar Ruby di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (21/10).

Dalam sidang lanjutan perkara pidana dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Prita Mulyasari terhadap Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang, Ruby, mengatakan, alat dan barang bukti yang diajukan jaksa berupa fotokopi surat elektronik Prita diragukan validitasnya.

"Surat yang dijadikan alat bukti itu bukan yang aslinya sehingga diragukan validitasnya dan tidak bisa dijadikan alat bukti," ujar Ruby, membenarkan pertanyaan penasihat hukum Prita, OC Kaligis, apakah fotokopi surat yang diajukan jaksa bisa dijadikan alat dan barang bukti.

Ruby menjelaskan, seharusnya penyidik menyita komputer dan surat pribadi Prita yang asli untuk dijadikan sebagai alat dan barang rbukti untuk menjerat Prita. Bukan fotokopi surat yang telah disebarluaskan oleh orang lain.

Dalam dunia digital, kata Ruby, sebuah dokumen yang bukan aslinya gampang sekali diedit dan diubah bentuk ataupun isinya. Di depan forum persidangan tersebut, Ruby, yang menggunakan laptop dan proyektor dengan layar dinding ruang sidang, memeragakan bagaimana sebuah dokumen atau surat pribadi yang dikirim ke sejumlah alamat dapat diubah dengan memberikan satu titik saja.

Seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum Riyadi mengatakan, semua keterangan ahli yang dihadirkan dalam persidangan akan terjawab dalam eksepsi yang disampaikan dalam agenda persidangan berikutnya setelah keterangan saksi habis.

Riyadi tetap bersikukuh, fotokopi surat Prita yang diperlihatkan di persidangan adalah alat dan barang bukti yang sah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau