Pajak Progresif Picu Penjualan Mobil Bekas

Kompas.com - 21/10/2009, 19:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemberlakuan pajak progresif kendaraan diperkirakan akan mengubah perilaku konsumen otomotif nasional, yaitu memicu penjualan mobil bekas. Hal tersebut dikemukankan oleh Senior Marketing Manager PT Marga Sadhya Swasti atau WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih.

Menurut Herjanto, hal itu terjadi salah satunya karena konsumen diwajibkan menggunakan tanda sendiri untuk menentukan pajak progresif saat membeli mobil baru. “Kalau beli mobil bekas, kepemilikan mobil masih bisa diakali dengan menggunakan nama orang lain,” ceritanya.

Ia menambahkan, jika perkiraan itu benar, maka penjualan mobil bekas akan naik 75 hingga 100 persen di Pusat Grosir Mobkas WTC Mangga Dua. Sebelumnya hanya 50 hingga 60 unit per hari.

Pemerintah telah memutuskan UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) tentang tarif pajak kendaraan bermotor. Pemerintah mentetapkan bahwa pajak progresif dikenakan 1-2 persen untuk kendaraan pertama dan 2-10 persen untuk kendaraan selanjutnya. Aturan ini juga mencantumkan kenaikan tarif bea balik nama maksimal dari 10 persen menjadi 20 persen.

RUU berlaku efektif pada 1 Januari 2010. Namun, aplikasinya kemungkinan baru pada 2011 setelah pemerintah merilis tiga peraturan pemerintah dan beberapa peraturan menteri keuangan yang diamanatkan dalam UU tentang PDRD.

Terkait dengan ini, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto pernah mengatakan, penerapan pajak progresif akan membuat konsumen membeli mobil di daerah yang pajaknya lebih rendah. Misalnya, jika di Tangerang, pemerintah daerah menetapkan pajak progresif 5 persen dan di Jakarta 10 persen, maka orang akan berbondong-bondong beli mobil di Tangerang.

"Saya dengar dari diler di Surabaya, mereka sudah akan mengimplementasikan pajak progresif tahun depan. Saya sudah minta untuk terus memantau perkembangan ini,” ujar Joko di Bandung, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau