JAMBI, KOMPAS.com - Anggota DPRD Provinsi Jambi Wahab Hasyab mengatakan, Pemprov Jambi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta tetap memperhatikan kualitas Jembatan Batanghari II yang kini dalam tahap penyelesaian akhir.
"Jika kualitas diabaikan karena didesak waktu penyelesaian, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat banyak," katanya ketika di Jambi, Rabu (21/10), saat diminta tanggapannya soal Jembatan Batanghari II yang hingga kini terus molor penyelesaiannya.
Menurut Wahab, selama ini yang menjadi permasalahan pada pembangunan jembatan yang membelah Sungai Batanghari itu terjadi pada pengecoran yang dinilai sudah kesungguhan, hal ini menunjukkan adanya pengutamaan kualitas. "Kita lihat sudah ada kesungguhan pada pengecorannya, itu terbukti ketika kita (DPRD) meninjau langsung ke lapangan. Tinggal tahapan berikutnya, yaitu pengaspalan dan peresmian," ujarnya.
Pengaspalan jembatan, menurut Wahab tidak lagi menggunakan anggaran dana APBN. Hal itu menjadi tanggung jawab Dinas PU untuk menyelesaikannya.
Ia berharap jangan karena adanya desakan-desakan pada tahap penyelesaian jembatan malah berakibat, pekerjaan menjadi tidak teliti dan asal jadi. "Karena itu kualitas tetap dinomorsatukan, jangan nanti karena adanya desakan karena terus molor penyelesaiannya, kualitas menjadi tidak terjaga," ujarnya.
Sementara itu sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi lainnya menyangsikan jembatan yang menghabiskan dana sebesar Rp 116 miliar dan dibangun sejak 2003 akan bisa dioperasikan pada Oktober ini. Menurut mereka, Jembatan Batanghari membelah Sungai Batanghari sepanjang lebih dari 900 meter itu baru bisa dioperasikan pada Januari 2010.
Dengan demikian, penyelesaian jembatan yang akan memperpendek jarak tempuh antara Kota Jambi-Muarasabak, ibu kota Kabupaten Janjung Timur itu kembali molor untuk kesekian kalinya.
Sementara itu, janji Pemprov akan meresmikan Jembatan Batanghari II dan bisa dioperasikan pada Oktober 2009 hingga kini belum juga terealisasi. Kepala Dinas PU Provinsi Jambi Nino Guritno ketika dimintai komentarnya hanya menyatakan akan secepatnya menyelesaikan pengaspalan badan jembatan, agar bisa segera dioperasikan.