Utamakan Kualitas Jembatan Batanghari II

Kompas.com - 22/10/2009, 02:29 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Anggota DPRD Provinsi Jambi Wahab Hasyab mengatakan, Pemprov Jambi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta tetap memperhatikan kualitas Jembatan Batanghari II yang kini dalam tahap penyelesaian akhir.
    
"Jika kualitas diabaikan karena didesak waktu penyelesaian, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat banyak," katanya ketika di Jambi, Rabu (21/10), saat diminta tanggapannya soal Jembatan Batanghari II yang hingga kini terus molor penyelesaiannya.
    
Menurut Wahab, selama ini yang menjadi permasalahan pada pembangunan jembatan yang membelah Sungai Batanghari itu terjadi pada pengecoran yang dinilai sudah kesungguhan, hal ini menunjukkan adanya pengutamaan kualitas. "Kita lihat sudah ada kesungguhan pada pengecorannya, itu terbukti ketika kita (DPRD) meninjau langsung ke lapangan. Tinggal tahapan berikutnya, yaitu pengaspalan dan peresmian," ujarnya.
    
Pengaspalan jembatan, menurut Wahab tidak lagi menggunakan anggaran dana APBN. Hal itu menjadi tanggung jawab Dinas PU untuk menyelesaikannya.
    
Ia berharap jangan karena adanya desakan-desakan pada tahap penyelesaian jembatan malah berakibat, pekerjaan menjadi tidak teliti dan asal jadi. "Karena itu kualitas tetap dinomorsatukan, jangan nanti karena adanya desakan karena terus molor penyelesaiannya, kualitas menjadi tidak terjaga," ujarnya.
    
Sementara itu sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi lainnya menyangsikan jembatan yang menghabiskan dana sebesar Rp 116 miliar dan dibangun sejak 2003 akan bisa dioperasikan pada Oktober ini. Menurut mereka, Jembatan Batanghari membelah Sungai Batanghari sepanjang lebih dari 900 meter itu baru bisa dioperasikan pada Januari 2010.
    
Dengan demikian, penyelesaian jembatan yang akan memperpendek jarak tempuh antara Kota Jambi-Muarasabak, ibu kota Kabupaten Janjung Timur itu kembali molor untuk kesekian kalinya.
    
Sementara itu, janji Pemprov akan meresmikan Jembatan Batanghari II dan bisa dioperasikan pada Oktober 2009 hingga kini belum juga terealisasi.  Kepala Dinas PU Provinsi Jambi Nino Guritno ketika dimintai komentarnya hanya menyatakan akan secepatnya menyelesaikan pengaspalan badan jembatan, agar bisa segera dioperasikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau