Perampokan

10 Perampok Emas Dibekuk, Satu Ditembak

Kompas.com - 22/10/2009, 04:05 WIB

Jakarta, Kompas -  Aparat Polres Metro Jakarta Selatan membekuk tujuh perampok emas di rumah kontrakan mereka di Jalan Dato Tonggara Ujung Nomor 41, RT 07 RW 10, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (21/10), pukul 15.00. Para perampok itu ditangkap atas petunjuk tiga perampok lain yang ditangkap sebelumnya.

Mereka diduga sebagai pelaku perampokan emas seberat 4 kilogram di sebuah toko emas di kawasan Simprug, Jaksel, Selasa (9/9). Kapolres Metro Jaksel Komisaris Besar Firman Santya Budhi membenarkan penangkapan perampok emas tersebut.

Menurut kesaksian saksi mata, penangkapan itu berjalan lancar. ”Tidak ada perlawanan saat penangkapan. Ketujuh tersangka jongkok berjejer, sementara beberapa polisi menggeledah dan mengumpulkan sejumlah barang bukti,” tutur Prayitno, Ketua RT 07, yang menjadi saksi mata peristiwa penangkapan itu.

Menurut informasi dari sejumlah warga di lokasi kejadian, saat melakukan penangkapan polisi datang dengan tiga mobil. Polisi datang bersama tiga tersangka perampok yang sudah ditangkap sebelumnya sebagai penunjuk jalan.

Setelah mobil berhenti tak jauh dari rumah sasaran, empat polisi turun dan berjalan mendatangi rumah itu. Tak lama kemudian dua polisi turun mengikuti. Dua polisi lain akhirnya juga turun dari mobil dan berjaga-jaga di sekitar rumah kontrakan.

Saat itu seorang tersangka yang sedang berada di luar rumah datang menggunakan sepeda motor. Melihat ada sejumlah pria, tersangka tersebut langsung kabur. Melihat pria itu kabur, polisi meminta warga agar tidak menghentikannya karena diduga membawa senjata api.

Ditembak

Para tersangka tersebut tinggal di dua ruang rumah kontrakan, yang setiap kamar seukuran rumah tipe 21, berfasilitas AC dengan dilengkapi kamar mandi. Saat digerebek mereka sedang makan nasi bungkus bersama.

Polisi membawa ke-10 tersangka perampok itu ke Polres Metro Jaksel. Paha kiri H (37), salah satu pria yang dijadikan penunjuk jalan dan diduga menjadi pemimpin perampok, ditembak polisi.

Setelah menangkap ketujuh tersangka polisi menggeledah ruang di rumah kontrakan itu. Polisi juga memeriksa semua perabotan yang ada di rumah tersebut. Polisi, antara lain, menyita perhiasan emas, tiga laptop, golok, dan badik.

Dari balik kaca jendela, di rumah kontrakan itu terlihat tiga sepeda motor dan satu sepeda motor lagi ada di rumah yang lain. (WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau