Penjualan BMW di Indonesia Naik

Kompas.com - 22/10/2009, 08:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski penjualan mobil di Indonesia tahun ini mengalami penurunan, segmen premium justru naik. Buktinya, merek premium, seperti BMW dengan model top of the line Seri 7, mengalami kenaikan penjualan dua kali lipat dalam sembilan bulan 2009. Bila tahun lalu hanya terjual 18 unit, tahun ini mobil itu terjual 37 unit.

Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Direktur PT BMW Indonesia Ramesh Divyanathan saat meluncurkan varian baru Seri 7 di Jakarta, Rabu (21/10) sore. Dia menambahkan, saat ini Seri 7 memimpin pasar untuk mobil dengan harga di atas Rp 2 miliar.

"Hingga akhir tahun, kami targetkan semua Seri 7 akan terjual 40 hingga 50 unit. Salah satunya dengan tambahan 730 Li yang diluncurkan ini," ujar Ramesh.

Direktur Komunikasi BMW Indonesia Helena Abidin menambahkan, sepanjang Januari hingga September 2009, total penjualan BMW di Indonesia tercatat 618 unit atau naik 7,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian ini disumbangkan oleh beberapa produk unggulan, seperti Seri 3 dengan total penjualan 375 unit atau naik 18 persen dari tahun lalu, dan Seri 5 yang mencapai 167 unit atau naik 34 persen.

"Tahun ini, kami yakin mampu melampaui penjualan tahun lalu. Kami juga berharap semua berjalan lancar dan tak ada halangan sehingga target bisa terlampaui," tutup Ramesh mengomentari kinerja penjualan BMW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau