Bantul, di Sanalah Guru Lulusan S-2 Terbanyak se-Indonesia!

Kompas.com - 22/10/2009, 18:20 WIB

BANTUL, KOMPAS.com - Dari sekitar 4.500 guru yang mengajar di seluruh sekolah di Kabupaten Bantul, 158 orang di antaranya sudah mengantongi ijazah pascasarjana. Jumlah guru bergelar master terbanyak se-Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bantul Idham Samawi saat menyambut tim penilai kinerja pelayanan publik di Gedung Induk, Kamis (22/10), Bantul, DIY. Sebagian besar adalah pengajar di tingkat SMA dan SMK. Jumlah guru bergelar master tersebut merupakan jumlah yang terbanyak se-Indonesia.

"Kami selalu mendorong para guru untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Tujuannya supaya kemampuan akademik mereka meningkat sehingga mutu pendidikan ikut meningkat," ujar Idham.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Bantul memberikan dukungan dalam bentuk beasiswa. Dalam setahun, ada puluhan guru yang disekolahkan. " Khusus untuk beasiswa kami menyediakan anggaran sekitar Rp 1 miliar yang dibagikan merata untuk seluruh jenjang pendidikan," katanya.

Bagi Idham, meningkatkan kualitas guru menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumder daya manusia di Bantul. Tak heran, jika dalam beberapa tahun ini tingkat kelulusan SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN selalu menduduki posisi pertama di Provinsi DIY.

Antusias Lanjutkan Studi

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal Kabupaten Bantul Masharun mengatakan, jumlah guru jenjang SMA/SMK di Bantul mencapai sekitar 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, 115 di antaranya sudah bergelar master. Saat ini, sekitar 125 orang guru juga tengah menyelesaikan pendidikan pascasarjananya.

"Ada yang melanjutkan dengan beasiswa, ada juga dengan biaya sendiri. Persentasenya hampir sama, masing-masing 50 persen. Banyak yang tetap antusias melanjutkan studi meski tidak mendapatkan beasiswa," ujarnya.

Masharun menambahkan sebagian besar guru SMA/SMK juga sudah bersertifikasi, yakni sebanyak 741 orang. Sertifikasi tersebut, selain meningkatkan mutu pendidikan, juga meningkatkan tingkat kesejahteraan guru karena mereka mendapatkan tambahan tunjangan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul Sahari, dari 921 guru SD yang sudah bergelar master mencapai 8 orang. Sementara itu, guru yang bergelar master mencapai 35 orang dari total 1.510 guru.

"Kami terus mendorong mereka untuk melanjutkan studi, terutama bagi guru-guru muda yang masih memiliki semangat dan stamina yang tinggi," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau