Musim Pelantikan, Pedagang Tolak Pesanan Bunga

Kompas.com - 23/10/2009, 09:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepekan terakhir ini permintaan karangan bunga di sejumlah pasar bunga di Jakarta naik tajam. Kenaikan itu terjadi terutama beberapa saat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan audisi dan mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka, Rabu (21/10) malam.

Di kompleks pasar bunga di Jalan Margaguna, Pondok Indah, Jakarta Selatan, penjualan bunga, baik bunga papan, bunga meja, maupun standing flower atau yang biasa disebut bunga pohon (bunga dengan posisi berdiri), melonjak.

"Penjualan bunga mengalami kenaikan sejak tes kesehatan calon menteri, pengumuman, hingga pelantikan menteri kemarin," kata Teddy Pandji Waseda, pemilik Toko Bunga Kanny's Florist di Pondok Indah, Kamis. Saat pelantikan menteri, tokonya menerima pesanan lebih dari 20 karangan bunga papan dan bunga meja.

Para pelanggannya meminta dibuatkan rangkaian bunga meja dan bunga pohon yang indah, sekaligus dikirim kepada beberapa menteri, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amaliasari, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan, Menpora Andi Alfian Mallarangeng, serta Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa.

Peningkatan penjualan juga dirasakan Nurdiana (37), pedagang bunga New Dahlia Florist di Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. "Sejak Rabu malam sampai hari ini saja sudah ada 25 karangan bunga papan ucapan selamat untuk menteri baru," kata Nurdiana. Saking banyaknya permintaan, Nurdiana sampai harus menolak permintaan dari sejumlah pelanggannya.

Pedagang bunga yang lain, Sukmawanti (22), juga merasa kewalahan akibat melonjaknya permintaan pesanan bunga papan sejak Rabu malam. "Kami harus menyelesaikan 20 pesanan karangan bunga papan hari ini (kemarin)," kata Sukmawanti yang saat itu sibuk menyelesaikan rangkaian bunga bersama seorang rekannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau