Tottenham dan Villa Bukan Ancaman bagi Arsenal

Kompas.com - 23/10/2009, 14:59 WIB

LONDON, KOMPAS.COM - Petinggi Arsenal Peter Hill-Wood mengeluarkan pernyataan tentang Tottenham dan Aston Villa, yang menurutnya sama sekali bukan ancaman bagi Arsenal dalam perebutan jatah di liga Champion musim depan.

Hill-Wood merasa tertekan ketika ditanya soal dua klub yang diperkirakan akan menjadi saingan berat bagi Arsenal. Klub itu adalah Tottenham dan Aston Villa. Arsenal yang sekarang berada di peringkat empat di bawah Tottenham, nampaknya semakin terancam dengan kehebatan kedua klub tersebut, terutama Tottenham. Apalagi dalam perebutan tempat untuk Liga Champion musim depan. Karena hanya empat tim yang berhak masuk ke babak penyisihan Liga Champion.

Sementara Tottenham dan Villa belanja pemain secara besar-besaran, Arsenal justru adem ayem. The Gunners  malah bertahan untuk tidak mengeluarkan dana banyak dalam pembelanjaan pemain.

Mengenai komentar Hill-Wood yang meremehkan Tottenham dan Villa, tentunya membuat berang fans Spurs. Karena menurut mereka, justru sekarang posisi Tottenham lebih unggul satu peringkat dari Arsenal. Dan hari Sabtu ini, keduanya akan berhadapan dalam lanjutan Liga Inggris.

Hill-Wood berucap,  “Kami memang belum punya dana sebesar 500 juta dollar AS. Tapi kami tidak menganggap Tottenham dan Aston Villa sebagai saingat terberat kami. Kami cukup yakin nantinya posisi kami akan naik. Dan tak perlu khawatir akan hasil perebutan di Liga Champion nanti.”

Ia juga menjawab pertanyaan mengenai mengapa pelatih Arsenal, Arsene Wenger tidak banyak menghabiskan dana untuk pembelian pemain. Padahal Arsenal mendapat dana yang cukup besar dari hasil penjualan pemain seperti Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor sebesar 38 juta pound musim ini.

Menurut Hill-Wood, pihaknya telah siap menerima skenario terburuk, jika Arsenal tidak lolos ke Liga Champion tahun depan. Namun ia tetap mengumbar keyakinannya, bahwa the Gunners akan manggung di ajang paling bergensi di zona Eropa itu. “Kami telah mempersiapkan diri untuk tidak masuk dalam Liga Champion, setidaknya satu kali dalam empat tahun. Termasuk dalam urusan bujet. Jadi, kami sudah mempersiapkan diri jika hal terburuk terjadi," ujarnya.

“Tidak benar bahwa kami tidak menginvestasikan pemain. Arsene Wenger menginginkan dua pemain yang hanya dianggarkan 40 juta pound. Dan ia telah sukses melakukannya. Maaf jika Anda belum tahu soal mereka," lanjutnya.

“Lebih dari lima tahun, kami telah mengeluarkan bujet 150 juta pound untuk belanja pemain sekaligus menghasilkan 90 juta pound dalam penjualan pemain. Kami telah berinvestasi besar untuk gaji pemain. Dan pemain yang dibeli Arsene, sama bagusnya seperti pemain lainnya di negara ini," ungkapnya seraya membela diri.

“Tujuan utama kami adalah mempertahankan pemain yang sudah bagus di klub kami serta menjaganya agar tetap bermain bagus. Tak ada yang menghendaki pemain tersebut keluar dari tim jika memang ia tak berkembang dalam permainan. Kami tetap belanja pemain namun tak ingin asal-asalan. Kami selalu mencari pemain yang punya daya kuat bagus bagi tim, meski pemain seperti ini tak bisa dipetik sembarangan dari pohonnya. Jika kami menemukan pemain macam Thomas Vermaelen di luar sana, Arsene pasti sudah membelinya. Dan saya yakin ia akan menemukannya,” jelasnya. (mirror)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau