Sembilan Daerah Sepakat Gelar Pilkada Serentak

Kompas.com - 23/10/2009, 18:44 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sembilan kabupaten/kota di Sumatera Utara akhirnya sepakat menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 12 Mei 2010 mendatang. Kesembilan daerah ini adalah Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Pakpak Bharat.

Kesepakatan menggelar pilkada serentak di sembilan kabupaten/kota ini dilakukan dalam rapat koordinasi KPU se-Sumut di Medan, Jumat (23/10). Sedangk an daerah lain yang awalnya juga berniat menggelar pilkada secara serentak pada bulan Mei tahun depan seperti Tebing Tinggi, Samosir, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Asahan, memilih bulan Juni untuk menggelar pilkada, mengingat dana persiapan pilkada belum ditampung dalam APBD 2008 daerah tersebut.

Namun tidak tertutup kemungkinan, daerah yang belum sepakat menggelar pilkada serentak tersebut, akan bergabung dengan sembilan daerah. Menurut Ketua KPU Tebing Tinggi Hatta Ridho, bila bergabung dengan se mbilan daerah yang menggelar pilkada 12 Mei, akan ada rentang waktu yang terlalu jauh dengan masa pelantikan wali kota baru. Karena masa jabatan Wali Kota Tebing Tinggi baru berakhir 30 Agustus. Akan tetapi kami masih akan melihat lagi, tahapan pilkada. B ila memungkinkan dan tak melanggar ketentuan perundangan, bisa saja pilkada Tebing Tinggi juga dilakukan serentak bersama sembilan daerah yang sudah sepakat menggelarnya pada 12 Mei, kata Hatta.

Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, KPU Sumut kembali akan memfasilitasi daerah yang belum menyepakati pilkada secara serentak, namun masih memungkinkan untuk menggelarnya, melakukan simulasi tahapan. Jadi untuk Tebing Tinggi, Samosir, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Asahan, masih akan kami fasilitasi untuk menggelar semacam simulasi tahapan, sehingga bila memungkinkan, mereka juga masih bisa menggelarnya secara serentak pada 12 Mei, kata Irham.

Sementara itu, daerah lain yang juga menggelar pilkada tahun 2010 seperti Karo dan Mandaling Natal, hampir dipastikan tak bisa melakukannya secara serentak. Tadinya kami memang berencana menggelar pilkada serentak dengan dua tahap, yakni bulan Mei dan September. Tetapi ternyata selain sembilan daerah yang sepakat menggelar pilkada serentak di bulan Mei d an lima daerah lain yang juga mungkin melakukannya bersamaan, daerah-daerah lain masa jabatan kepala daerahnya berakhir bulan September. Kalau pun mereka mau diserentakan, berarti kemungkinan digelar pada bulan Juni, kata Irham.

Ide KPU Medan

Ide menggela r pilkada serentak pada 12 Mei tahun depan dalam rapat tersebut dilontarkan KPU Medan. Menurut Anggota KPU Medan Divisi Hukum dan Humas Pandapotan Tamba, sembilan daerah yang sepakat menggelar pilkada pada 12 Mei 2010 rata-rata masa jabatan kepala daerahn ya habis pada bulan Juli-Agustus.

Intinya kami ingin menyeragamkan persepsi soal tahapan, logistik serta anggaran pilkada, mencegah adanya mobilisasi pemilih untuk daerah yang berdekatan, dan waktu verifikasi untuk calon independen, kata Pandapotan.

Waktu yang dipilih untuk menggelar pilkada secara serentak menurut Pandapotan, telah disimulasikan oleh KPU Medan. Sebelumnya menurut Tamba, KPU Medan sebenarnya menjadwalkan waktu pilkada Medan pada 16 Juni 2010. Namun dengan beberapa pertimbangan kami kemudian menyimulasikan waktu pilkada pada 12 Mei. Termasuk menghitung kemungkinan akan adanya sengketa pilkada, pilkada tahap kedua atau pun pilkada ulang, katanya.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau